Forum ini adalah tempat berkumpulnya para Pecinta Bokep dan sejenisnya, jika kalian mempunyai foto, video, gambar atau sejenisnya yg lain-lain Share aja disini
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Hutan Nikmat

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
rouet
Bayi
Bayi


Jumlah posting : 8
Reputation : 0
Join date : 21.05.11

PostSubyek: Hutan Nikmat   Sun May 22, 2011 4:47 am

Sebenarnya aku hanya mau jalan-jalan saja hari itu. Karena di rumahku
suntuk, akhirnya kuputuskan untuk jalan-jalan di hutan sekedar
refreshing. Setelah lama jalan-jalan dan hari sudah menjelang sore,
hutan itu juga sudah mulai gelap, aku melihat ada sosok yang sedang
berjalan ke arahku. Makin lama, semakin jelas ternyata dia wanita,
kutebak umurnya tidak lebih dari 15 tahun, malah mungkin kurang karena
tubuhnya masih langsing dan dadanya juga belum begitu besar. Dia memakai
celana pendek dan T-shirt. Ya ampun, pahanya yang putih
itu membuatku menelan ludah. Pasti dia anak orang kaya yang sedang
berkemah atau menginap di salah satu villa yang ada di sekitar hutan
ini. Aku tidak tahu kenapa dia bisa sampai masuk hutan, sendirian lagi,
yang jelas aku tidak tahan kalau harus melepaskan kesempatan yang baik
ini, karena aku kebetulan sudah lama tidak pernah merasakan bagaimana
nikmatnya tidur bersama anak di bawah umur. Aku
cepat-cepat merunduk ke semak-semak yang ada sambil menunggu dia lewat.
Begitu dia lewat langsung kusergap dari belakang sambil menutup
mulutnya, soalnya biar sudah malam tapi kami masih ada di pinggiran
hutan, jadi aku tidak mau ambil resiko orang-orang mendengar teriakan
anak ini. Sambil meronta-ronta, kubawa dia masuk lebih jauh ke tengah
hutan. Kalau sudah masuk di dalam hutan, aku jamin tidak ada yang bisa
dengar teriakan dia, soalnya orang-orang di sekitar situ percaya kalau
hutan itu angker, padahal mereka tidak tahu kalau ada tempat seukuran
yang agak lapang tempat aku biasa menyepi. Ketika aku sampai ke tempat
pribadiku, ada sinar bulan purnama yang menerangi tempat itu, kebeneran
juga soalnya sekitarku sudah gelap gulita. "Lepaskan!
Lepaskan! Jangan Om!" dia langsung berteriak-teriak ketika mulutku
lepas dari mulutnya. Om? Enak aja dia panggil aku Om, langsung saja aku
kepalkan tanganku dan kupukul keras-keras di perut. Dia langsung
tersungkur ke tanah sambil memegang perutnya dan mengerang. Tidak hanya
itu, langsung kutendang punggungnya sampai dia berguling-guling
menabrak batang pohon yang sudah roboh. Setelah itu kutarik rambutnya
yang sebahu sampai wajahnya dekat dengan wajahku. "Sekarang
dengerin anak kecil!" kataku pelan tapi pasti."Aku bukan om elo, tapi
elo sebaiknya jangan banyak tingkah, kalo tidak mau mati! aku hanya
pengen ngajarin elo kesenengan yang belon pernah elo dapetin di sekolah
elo! Tau?!" Dia hanya menangis sambil mendorong-dorongku, tapi
tenaganya sudah lemah gara-gara kutendang tadi."Jawab goblok!" bentakku
sambil menampar pipinya berkali-kali sampai memerah."Ampuun, ampun!"
dia menjerit kesakitan karena tamparanku tadi. Aku langsung saja tidak
buang waktu, dia langsung kudorong ke batang kayu roboh tadi, sambil
kutindih, kutelanjangi dia. Mulai dari T-shirtnya terus celana
pendeknya, kutarik BH-nya sampai putus. Terakhir kulepaskan juga celana
dalamnya sekaligus sepatu dengan kaos kakinya. Akhirnya dia telanjang
bulat sambil meronta-ronta karena tangannya kupegangi dengan tangan
kiriku. Wow, kulitnya benar-benar putih mulus, dadanya belum begitu
besar tapi sudah membulat, kemaluannya juga masih jarang rambutnya. Dia
mengerang lemas ketika kuraba dan remas dadanya. "Hei,
lo suka ya! Sabar aja entar aku tunjukin yang lebih enak!" aku melihat
sekelilingku, dan aku akhirnya menemukan cabang pohon dengan diameter
sekitar 5 cm. Dia sudah tidak bisa bergerak karena kesakitan gara-gara
pukulanku, tapi untuk amannya kupukuli juga perutnya berkali-kali
sampai perutnya membiru. Dia masih sadar tapi yang pasti dia tidak
mungkin bisa bergerak untuk lari dariku. "Nah, enaknya
aku mulai dari mana nih?" tanyaku pada dia."Dari depan atau dari
belakang?" dia hanya bisa mengeluarkan desahan sakit, sambil
mengeleng-gelengkan kepalanya."Aku mulai dari depan aja ya? Pasti lo
masih perawan kan?"Selesai berbicara begitu, aku langsung mendorong
cabang pohon tadi masuk ke liang kewanitaannya. Karena sempit aku
sampai harus melebarkan bibir kemaluannya supaya cabang tadi bisa masuk
sedikit. Dia merintih-rintih ketika cabang tadi mulai masuk sedikit
demi sedikit. Aku terus mendorong cabang tadi sambil memutar-mutarnya.
Dia langsung menjerit kesakitan ketika kulakukan itu. Itu yang aku
ingin dengar dari tadi, batang kemaluanku langsung tegang sekali.
Ketika dia menjerit sekeras-kerasnya aku merasa cabang pohon tadi tidak
bisa masuk lebih dalam lagi. Lalu aku mulai menarik dan mendorong
cabang tadi sambil memutar-mutarnya, yang pasti akan membuat dia lebih
kesakitan kalau kudengar dari jeritannya. Kepalanya mengeleng-geleng
sampai terantuk-antuk ke batang pohon tempat dia berbaring sampai
memohon aku agar aku berhenti. Bodoh benar dia, tentu saja aku tidak
akan berhenti. Setelah beberapa kali tusukan, cabang
pohon tadi mulai berubah jadi merah, karena darah yang keluar dari
kemaluannya. Ada juga yang meleleh keluar dan mengalir turun lewat
pahanya. Aku terus menusuk-nusuk liang kemaluannya sampai sekitar 10
menit, sampai dia tidak bisa mengerang hanya bisa mendesah dan mengigit
bibir kesakitan. Kulihat ada darah juga di sekitar bibirnya gara-gara
digigit terlalu keras olehnya. Akhirnya aku tidak bisa
tahan lagi, aku harus masukan batang kemaluanku. Langsung saja kubuka
celanaku, kemaluanku langsung bergoyang-goyang tegang. Lalu kucabut
cabang pohon tadi dari liang kemaluannya, kulihat bibir-bibir
kemaluannya langsung menutup lagi, diiringi tarikan nafas anak itu.
Karena aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kubalikkan badannya
yang sudah lemah lunglai itu sehingga pantatnya menghadap ke arahku.
Kubuka belahan pantatnya, kulihat lubangnya kecil sekali, wah dia akan
kesakitan kalau kumasukan batang kemaluanku, tapi aku tidak perduli,
yang jelas aku tidak bisa membayangkan bagaimana nikmatnya jepitan
lubang itu. Sambil membuka belahan pantatnya kuarahkan kepala kemaluanku
ke lubang kecil tadi, lalu kupegang bahu anak tadi erat-erat sambil
mulai mendorong masuk. Ya ampun, sempit sekali, aku sampai
meringis-ringis, dia juga mulai meronta-ronta begitu sadar apa yang
telah kukerjakan di pantatnya. Tapi pelan-pelan, lubang tadi mulai
membuka membuat batang kemaluanku mulai masuk sampai kepala kemaluanku
dan terus maju pelan-pelan. Ketika kudorong kemaluanku, dia kembali
merintih-rintih seakan-akan kehabisan nafas. Akhirnya
dengan dorongan terakhir yang keras masuk juga batang kemaluanku ke
lubang pantatnya. Lalu aku tidak menunggu-nunggu lagi, langsung saja
aku maju mundur. Aku tidak pelan-pelan lagi sekarang, kugerakan
pinggulku cepat dan keras. Sampai badan anak tadi terguncang-guncang,
terdorong maju mundur. Kulihat dada dan perutnya mulai berdarah-darah
karena bergesekan dengan kulit pohon yang kasar. Lama-kelamaan
kemaluanku jadi kemerah-merahan, selain gara-gara sempit sekali, ada
juga darah yang menempel ke batang kemaluanku. Sekitar 15 menit
kugerakan pinggulku, darah yang keluar sudah ada di mana-mana. Sampai
meleleh turun lewat pahanya ke tanah. Aku merasa aku akan
keluar tidak lama lagi, begitu sudah hampir puncaknya, aku langsung
mencabut kemaluanku dan langsung kutarik rambut anak itu. Dia langsung
mengerang sakit, dan saat itu juga aku masukan kemaluanku ke mulutnya
yang terbuka. Dia langsung tersengal-sengal karena kemaluanku masuk
langsung masuk ke kerongkongannya, membuatnya sulit bernafas. Dia
berusaha menarik kepalanya tapi tidak bisa, malah gara-gara gerakannya
itu dan gesekan kemaluanku dengan lidahnya aku tidak bisa menahan lagi.
Sambil mengerang kukeluarkan spermaku ke mulutnya langsung masuk lewat
kerongkongan. Kulihat dia melotot ketika ada cairan ketal masuk ke
dalam kerongkongannya. Kutahan kemaluanku di mulut anak itu sampai
sekitar satu menit, sampai spermaku habis kukeluarkan ke mulutnya, ada
juga yang kulihat meleleh keluar, mengalir lewat dagu, leher dan
menempel di puting susunya. Akhirnya kutarik kemaluanku
yang sudah mulai lemas dari mulutnya. Dia langsung tersungkur ke tanah
dan muntah-muntah mengeluarkan isi perutnya."Dasar lu goblok tidak tau
barang enak!" kataku."Muka lu kotor tuh, aku bersiin ya?" sambil
berkata itu aku langsung kencing ke mukanya, air seniku membasahi
seluruh wajah, rambut sampai dadanya. Langsung saja dia muntah-muntah
lagi sampai lemas tidak berdaya, karena tidak ada lagi yang bisa
dikeluarkan dari perutnya. Jamku sudah menunjukan jam 2
pagi, ketika aku kembali berpakaian. Aku hampiri dia yang tergolek
lemas, kulihat air matanya mengalir terus walaupun dia tidak
mengeluarkan suara tangisan."Lu mau lagi?" tanyaku.Dia tidak bergerak
hanya kulihat wajahnya yang pucat bertambah pucat lagi."Ah, tapi punya
lu udah rusak gara-gara ini. Aku jadi tidak nafsu!" kataku."Lain kali
aja deh!" kataku sambil menunjukan cabang pohon yang berlumuran darah
ke wajahnya. Setelah selesai aku berbicara itu, langsung
saja kupukul dadanya pakai cabang pohon yang kupegang, kupukul
punggungnya, pahanya, kemaluannya. Kadang juga kutendang perutnya sampai
dia tidak bergerak lagi, matanya melotot ngeri. Kuraba nadinya,
ternyata masih ada denyutan. Aku langsung berdiri dan berjalan
meninggalkan dia keluar hutan. Aku tidak peduli mau ada yang menemukan
dia atau tidak, kalau dia tidak kuat dia bakalan mati juga. Lagipula
siang nanti aku mau ke Jepang, jadi tidak ada yang bisa menemukan aku. TAMAT
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
om-bangor35
Bayi
Bayi


Jumlah posting : 3
Reputation : 0
Join date : 10.01.13

PostSubyek: Re: Hutan Nikmat   Thu Jan 10, 2013 10:54 am

sadizzz bangett...jadi ga mood bacanya.... Evil or Very Mad
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Hutan Nikmat
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Penjaga Hutan yang Hidup Bersama Singa
» rasa bersyukur kepada allah
» Kolibri - Burung Terkecil di Dunia
» Cuma Di Bandung Kamu Bisa Menikmati Kopi Di Tengah Hutan

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Untuk 17 Tahun Ke Atas :: Underground :: Cerita Panas-
Navigasi: