Forum ini adalah tempat berkumpulnya para Pecinta Bokep dan sejenisnya, jika kalian mempunyai foto, video, gambar atau sejenisnya yg lain-lain Share aja disini
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Cerita Rina

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
rouet
Bayi
Bayi


Jumlah posting : 8
Reputation : 0
Join date : 21.05.11

PostSubyek: Cerita Rina   Sun May 22, 2011 4:44 am

Si Mas, weekend awal bulan mengajak Rina ke luar kota untuk
refreshing, sementara rumah dititipkan ke adiknya Mas. Hati si Mas
senang sekali, karena perut Rina sudah berisi 1 bulan. Akhirnya kita
pergi ke sebuah kota peristirahatan dekat Surabaya, nggak jauh hanya
1.5 jam saja, tapi tempatnya dingin sekali. Sengaja pilih yang dingin
biar tambah hot saja. Singkat perjalanan, kamar yang kami pesan
mendadak sudah terisi, kontan saja si Mas marah, soalnya kamar itu
pemandangannya paling bagus. Pihak hotel minta maaf, soalnya si peminta
ternyata anak pejabat, jadi ya tahu sendirilah. Sebagai penggantinya
kita dapat kamar yang lebih besar dengan harga kamar yang kita pesan,
tapi ada connecting door-nya, no problem. Malam pertama..
"mm it's a wild night", Mas benar-benar berhasil membuat Rina
kecapaian luar biasa. Ada saja idenya untuk membuat Rina orgasme.
You're perfect. Minggu pagi kita berenang, segar deh rasanya, habis
semalam suntuk 'bertempur' lalu mencebur ke kolam paginya. So good
pokoknya. Habis berenang kita duduk-duduk di tepian sambil pesan
minuman. Nah, waktu itu mata si Mas sempat menangkap ada sepasang mata
lain yang mengawasi daerah dada Rina. Oh iya, ukuran bra Rina 36B.
Kontan saja si Mas bilang, "Rin, ada yang ngeliatin kamu tuh..""Biar saja.." Rina cuek menjawab."Iya.. tapi pandangannya lain, kiri kamu dua payung setelah kita. Dianya pakai kacamata."Rina
menoleh, eh.. dianya langsung menunduk, malu kali. Siangnya waktu kita
makan di coffee shop ketemu lagi. Kali ini Rina yang sempat berbicara.
Soalnya dia pas berdiri di depan Rina antri prasmanan."Mbak namanya Rina ya..?""Kenapa..?""Nggak, cuman sama dengan yang pernah saya baca di.. mana ya.. oh ya HPnya Yuri"Dalam hati Rina ketawa luar biasa."Terus kenapa..?" Rina tanya lagi."Nggak.. Oh nama saya Tri.." Rina
pesan room service, mandi, and makan. Karena bosan Rina iseng-iseng
buka kamar sebelah, eh.. bisa. Serunya ada bunyi, "Ahh.. uuhh.. uuhh.."
jelas Rina tahu itu suara apa. Karena di dekat pintu ada cermin, Rina
bisa tahu pasangan yang asyik "ngesex" itu. Yang cewek lagi duduk di
penis cowok yang lagi tiduran. Ceweknya dengan semangat naik turun
sambil teriak-teriak. "enakk.. enakk.. aahh.. ahh.. terus.." dan
seterusnya. Sementara tangan cowoknya memegang pinggul cewek itu dan
sesekali meremas-remas payudaranya. Duhh, Rina melihat itu sambil panas
dingin. Sambil nggak sadar tangan Rina meremas-remas payudaranya
sendiri, sambil membayangkan kenikmatan cewek itu diremas-remas
cowoknya. Rina tutup mata untuk membayangkan itu. Biar seru jemari Rina
juga main-main di dalam CD-nya. "Hmm.. so good.. so.." menggairahkan
mendengar suara-suara itu, membayangkan dan memuasi diri sendiri. "Mas I
miss u so much." Rina bahkan nggak dengar waktu pintu
dibuka betul. Tahu-tahu sudah ada orang yang berdiri di belakang Rina.
Pasti si Mas pikir Rina waktu itu. Lalu Rina biarkan saja waktu dia
melingkarkan tangannya ke depan, masuk ke daster, masuk ke BH, dan
langsung "Did their job". Apalagi kalau bukan mengusap-usap and
remas-remas. Rina nggak bisa teriak, habis nanti yang di sana
kedengaran. Seru lho, mengintip orang "ngeseks" sambil membayangi plus
dikerjain juga. Tangan-tangan itu semakin berani. BH Rina pertama
lepas, habis itu daster Rina diplorotkan. "Ahh.. Mas ini pinter saja",
pikir Rina. Ia juga menciumi tengkuk Rina, terus turun.. turun.. hingga
ke CD. Digigitnya CD itu hingga lepas di lantai."Waduh.. teknik baru nih pikir Rina lagi.""Aahh..
mass.." Rina terpaksa mendesah lirih saat ia mencium bokong Rina dan
tangannya memainkan clit-nya. Takut ketahuan, Rina tutup saja pintu itu.
Toh masih bisa dengar suara-suara mereka. Rina kini berdiri mengangkang, dengan tangan bertumpu pada pintu, sementara si 'Mas' di belakang, jilatannya mulai naik lagi."hh.. hhgg.. ahhk.." nafas Rina yang semakin cepat serasa berhenti, soalnya tangan nakal si 'Mas' meremas pentil Rina. Namun
ada yang Rina sedikit curigai, kok bau si Mas lain ya. Waktu berangkat
pakai minyak wangi A kok ini B? lagian mana suaranya? Semua itu nggak
Rina anggap serius, nikmatnya itu yang Rina rasakan. "Mas.. nggak tahan
nih.." Rina benar-benarnggak tahan, remasan dan permainan tangannya di
payudara dan vagina Rina.Rina dengar suara-suara melepas celana di belakang, terus buk.. bunyi celana berat jatuh di lantai.Nah saat itu Rina baru dengar bisikannya, "Buka lagi kakinya..""Tidakk.. tidakk.. ini bukan Mas.. ohh.. ohh.." Rina berteriak dalam hati saat penisnya masuk ke vagina Rina."Ini..
ini.. lebih tebal.. hh.." Mata Rina terpejam tetap, namun dalam hati
Rina menjerit-jerit. Kenapa begitu mudahnya Rina menyerah, kenapa Rina
membiarkan 'rape' ini terjadi, kenapa?"Hhgg.. gg.. aahh.." Rina
secara nggak sengaja mengeluarkan erangan dan desahan. Habis jujur saja
rasanya nikmat banget. Penis yang lebih tebal masuk ke vagina Rina yang
sempit. Oh, rasanya.. rasanya.. Rina akhirnya memutuskan untuk diam
saja menikmati kejadian itu. Cowok yang di belakang akhirnya bilang,
"Mbak, mungkin rasanya Bu guru itu kayak gini ya?""Jangkrik.. ternyata si Tri! tebel banget penisnya", dalam hati Rina."mm..
mm.. oohh.. Hh.. Tri.." gerakan Tri semakin cepat saja, mungkin
stamina dia nggak sekuat si Mas. Tangannya mencengkeram erat pinggang
Rina. Tiba-tiba rambut Rina dijambak, ditarik ke belakang hingga Rina
bisa melihat wajahnya. Tapi nggak lama dia langsung nyosor mulut Rina. Dengan
sekali sodok penisnya amblas lagi ke liang vagina Rina, kali ini
dengan disertai muncratnya maninya di dalam. Deres banget lho, Rina
bisa rasakan di dalam vagina.Rina pikir habis ini pasti dia
selesai. Eh nggak juga. Dia balikan Rina ke posisi semula dan mulai
lagi gerakannya. Kali ini Rina nggak lagi ada perasaan melawan. Ia
tarik pinggang Rina hingga menungging, doggy style."Ahh.. ahh..
Tri.. penis kamu gemuk.. aajhh.." Rina berbicara nggak karuan, habis
nikmatnya nggak ketulungan lagi. Kebiasaan Rina memang kalau sudah mau
orgasme pasti berbicara macam-macam. Kata si Mas bahwa Rina memang
vokal. Tri terus menyerang Rina di posisi ini sampai akhirnya dia
keluar untuk kedua kalinya, and so did I. Kami langsung rebah di
lantai, Rina tindih saja si Tri, biar kapok anak itu. Berani-beraninya
masuk kamar orang terus langsung "ngesex". Tapi I felt good. Dia keluar
kamar kalau nggak salah 23.00. Situasi terberat baru
Rina hadapi waktu Mas datang. Dia shock juga, tapi setelah kita
berbicara ternyata akhirnya dia bisa terima. Dia memang punya ide
(gila) untuk swap atau swing dengan pasangan lain, dan kita sama-sama
"setuju". So, kejadian ini kita anggap tidak ada masalah, dengan asumsi
kedua pihak sama-sama suka.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Cerita Rina
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Cerita tentang Jin
» Cerita Tentang Tuhan
» Cerita Yongki, anak SD 5 hari bersepeda Lampung-Palembang demi paman
» [CERITA] Pengalaman iseng ato di isengin
» Selamat Ujian Nasional

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Untuk 17 Tahun Ke Atas :: Underground :: Cerita Panas-
Navigasi: