Forum ini adalah tempat berkumpulnya para Pecinta Bokep dan sejenisnya, jika kalian mempunyai foto, video, gambar atau sejenisnya yg lain-lain Share aja disini
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Korban Pelet 3 : SOFIE

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
valk880
Bayi
Bayi


Jumlah posting : 16
Reputation : 0
Join date : 03.10.11

PostSubyek: Korban Pelet 3 : SOFIE   Thu Jun 14, 2012 7:32 pm

Aku kenal Sofie ketika pulang dari rumah Oom Dhar. Perjalanan Jakarta -
Semarang kami tempuh dengan naik pesawat. Tak ada yang istimewa dari
perjalanan itu selain aku bisa berkenalan dengan salah seorang
pramugarinya yang sexy. Namanya Sofie, tubuhnya sedikit kurus tapi buah
dadanya montok banget. Sebenarnya kulit tubuhnya agak gelap, tapi tak
apalah, kesannya kayak cewek latin. Aku berpura-pura pergi ke toilet,
tapi sebenarnya menemui cewek pramugari itu. Langsung saja aku ajak
cewek itu berkenalan dan sok ramah tamah memberikan nomor HP. Dari
situah aku tahu bahwa Sofie yang berumur 28 tahun itu sudah menjanda
tanpa anak. Dan akupun jadi tahu kalau Sofie hidup sendiri di sebuah
rumah di daerah Bintaro.

Ketika pesawatnya mendarat segera aku
berpura-pura tidak bisa melepas sabuk pengamannya. Dengan senyum penuh
pengertian Sofie datang membantu, tentu saja diiringi dengan ledekan
keluargaku.
"Mbak bisa bantu lepaskan sabuk pengaman saya." pintaku.
"Oh iya, tentu saja. Penerbangan pertama yah?" kata Sofie ramah.
"Iya, begitulah." jawabku.
"Yah.. begitulah.." ledek Ingrid adikku yang kemudian segera aku pelototi.
Keluarga
segera turun lebih dulu seakan memberikan kesempatan padaku. Itulah
yang aku suka dari keluargaku, selalu pengertian. Sehingga akupun
memiliki kesempatan ketiga,
"Geni abang napsu abang, manjingo ing
jabang bayine Dony Bara. Geni abang napsu abang, manjingo ing jabang
bayine wanito ing netro. Geni abang napsu abang, lebur dadi siji ing
lebur jiwo. Leburen jiwane manungal ing jabang bayine Dony Bara. Lebur..
lebur.. lebur.."

"Mbak Sofie.."
Sofie yang masih sibuk
melepaskan sabuk pengamanku yang segaja aku belitkan sebelumnya. Dan
fuuhh.. tepat ketika dia memandangku.
"Apa kita bisa ketemuan habis ini?" tanyaku kemudian.
"Oh.. ah.. iya." jawabnya sedikit linglung.
"Dimana?" tanyaku lagi.
Dengan terburu-buru Sofie menyelipkan selembar kartu nama ke saku hemku dengan berbisik,
"Jam tujuh."
Lalu segera berlalu dengan kerlingan matanya yang indah. Dan akupun segera berlalu menyusul keluargaku yang telah menunggu.

Jam
tujuh malam. Aku sudah berada di depan rumah mungil bercat hijau itu.
Aku ketuk pintunya perlahan. Sofie membukakan pintunya dengan senyum
merekah.
"Hai Don, aku tak sabar menunggumu."
Aku segera masuk ke
dalam ruang tamunya yang tak begitu luas tapi tertata apik. Tapi aku
lebih tertarik pada Sofie yang sexy. Apalagi Sofie langsung saja
menarikku ke dalam kamarnya yang hangat.
"Aku sangat tersanjung dengan penyambutanmu, Sofie." kataku kemudian duduk di sofa dekat jendela kamar.
"Bagaimana menurutmu dengan penampilanku, Don?"
"Lingerin
itu sangat cantik kau kenakan. Aku bisa melihat tubuhmu yang indah."
kataku memandangi Sofie yang membelai setiap lekuk tubuhnya dari wajah
sampai pahanya yang terbalut lingerin merah menyala yang super tipis.
"Laluu..?" desahnya menggugah birahiku.
"Aku
bisa memandangi dadamu yang kencang dan montok itu hingga menjadi
gila." kataku memandangi Sofie yang meremas-remas kedua buah dadanya
yang bersembunyi di balik lingerin yang membuat Sofie nampak semakin
sexy itu.
"Ooohh.. laluu.." desahnya memacu libidoku.
"Aku bissa
memandangi perutmu yang langsing hingga aku makin bergairah padamu.."
kataku sambil memandangi Sofie yang membelai perutnya yang langsing
terbuka tanpa terbalut kain apapun hingga membuat jantungku berdetak
keras.
"Laluu.. Doonn.." desahnya membuat nafasku tersengal.
"Aku
bisa memandangi pahamu yang sekal sampai aku merasa ingin selalu
membelainyaa.." kataku sambil memandangi Sofie yang mengelus pahanya
yang terbalut stoking tipis di atas kursi.
"Lalu.. apalagi Donn.." desahnya semakin panjang.
"Aku..
bisa memandangi bokongmu yang padat dan kenyal sampai.. membuat air
liurku bagai menetes." kataku sambil memandangi Sofie yang meremas kedua
bokongnya yang sengaja menungging memancing gairahku yang semakin
membakar.
"Teruss.. apalagi Doonnyy.." erang Sofie.
"Aku bisa.."
"Bissa apaa.. sayaanng.." desah Sofie sambil membuka resleting lingerinnya yang melingkar menutupi bagian kemaluannya.
"Aku..
bisa.. memandangi pussymu.. yang ingin aku korek dengan nagakuu..
manis.." kataku sambil melucuti kaos dan celana jeansku.

Segara
saja aku menyergapnya, dan kami bercumbu dengan penuh gairah. Kami
berciuman, beradu lidah dan bergantian mengisapnya. Kuciumi semua
permukaan wajahnya dan kujilati semua lekuk wajahnya. Hingga lidah Sofie
menjulur menjilat lidahku lalu menghisapnya kuat-kuat.
"Aaacchh.. Soff.. ummhh.." desahku dengan nafas tersendat-sendat menahan gemuruhnya kawah birahi yang seakan ingin meluap.

Tanganku
tak diam. Membelai kelangsingan perutnya, punggungnya, dan
meremas-remas bokong Sofie yang padat. Kemudian tanganku membelai
vaginanya yang menyembul dari lingerinnya yang melekat ketat di
tubuhnya. Jari manis dan telunjukku merenggangkan pinggiran vagina
Sofie. Lalu jari tengahku menekan-nekan klitorisnya dengan penuh sampai
membuatnya mendengus manja.
"Oooh.. sshh.. terus.. say.. iya.. enak disitu.. uuhh..!"

Lendir
kenikmatan Sofie membasah di jari-jariku. Gerakannya menggila
meremas-remas rambut dikepalaku yang serasa mau rontok saja. Lalu jemari
Sofie menurun membelai-belai punggungku dan cumbuannya beralih pada
dadaku yang berbulu kemudian menciumi kedua puting susuku yang kecil dan
dihisapnya penuh perasaan.
"Aaahh.." pekikku penuh dengan perasaan yang sebelumnya tak pernah ada.
Baru
kali ini puting susuku dihisap oleh cewek dan rasanya.. geli dan nikmat
banget. Sekali kesempatan aku buka resleting lingerinnya dan Sofiepun
menarik perlahan lingerin itu seiring cumbuannya pada daerah sekitar
perutku. Darahku bagai berhenti mengalir ketika Sofie menghisap pusarku
lalu menjilati lubangnya dengan lidahnya.
"Aachh.. Soff.. kamu pintar sayang.." mulutku menceracau tak karuan.
"Ssst..
tenanglah say.. aku akan menikmatkanmu.." ujarnya sambil merosot CDku.
Dan dengan sigap disepongnya penisku yang sudah penuh dengan tegangan
tinggi itu.
"Ssooff.. ahh.. enak say.. sambil mainkan buahnya say.. aduh nikmatnya.. ohh.." erangku penuh emosi birahi.

Saking
tak tahannya aku terduduk kembali di sofa dan Sofie mengikuti dengan
berjongkok dengan tubuhnya yang sudah bugil itu. Seluruh persendiaku
terasa mau pecah oleh permainan lidah Sofie yang menjilat-jilat ujung
penisku yang merah membara dan permainan bibirnya ketika tangan Sofie
membimbing penisku masuk keluar rongga mulutnya. Reflek kutarik dan
kumasukkan kembali penisku ke arah mulutnya berulang kali. Sedangkan
tanganku mulai sibuk mencari-cari payudara Sofie yang menggelantung di
dadanya. Ah.. eh.. desah Sofie di sela-sela penisku merasakan setiap
cubitan-cubitan kecil di puting susunya. Ketika aku meremas-remasnya,
terasa begitu kenyal daging yang tumbuh tak proporsional dengan badan
Sofie itu.

Permainan lidah Sofie semakin menjadi-jadi hingga
membuat nafasku seakan tak bisa mengimbangi semangatnya. Sofie terus
mengenyot-ngenyot penisku dan menekan-nekannya sambil mempermainkan buah
zakarku. Mendadak saja aku merasakan bahwa magmaku ingin menyembur
keluar.
"Aduh.. sayy.. aku hampir nyampe.. aku tekan yaa.."
Sofie
mengeluarkan batang penisku dari mulutnya dan aku segera menekannya lalu
croot.. croot.. air maniku keluar banyak banget dan menyembur ke wajah
Sofie, seluruhnya. Cairan putih kental itu nampak menjijikkan. Tapi
Sofie dengan nikmat menjilatinya. Aku mengelap mukanya dengan
lingerinnya. Sofie kembali melumat 1/2 bagian penisku lalu menghisapnya
hingga air maniku habis keluar.
"Mmmhh.. ahh.. spermamu enak say.."
katanya sambil mengocok ngocok penisku di dalam mulutnya. Penisku
kembali bangun dan menyodok-nyodok rongga mulut Sofie. Makin lama muka
Sofie nampak memerah nafasnya berat dan mendesah-desah.
"Shh.. aahh.. ahh.. Doonn aku hampir sampai nih.." katanya sambil mendongak kearahku.
"Kamu
nungging dong sayang.." kataku. Sofie segera menunging membelakangiku.
Tanganku berpegangan pada payudara Sofie yang menggantung bebas
sedangkan Sofie menjadikan pahaku sebagai pegangan. Setelah siap segera
aku mengambil ancang-ancang menyodokkan penisku kearah lubang vaginanya
yang licin dan basah.

Sleepp.. bless.. aku langsung memasukkan
batang penisku terburu-buru. Kepala penisku dengan mudah menembus lorong
kawin Sofie yang tak perawan lagi itu.
"Aachh.. uhh.." pekiknya
membakar gairahku. Kutekan penisku agar menghunjam lebih dalam lagi. Dan
akupun segera menggoyangnya dari belakang.
"Aduh Donn.. enak terus.. yang cepat say.. shh.. ahh.. oohh..!"
Ssuurr..
lendir kenikmatan Sofie menghangat di sekujut penisku. Segera kutarik
dan kumasukkan kembali batang penisku kearah vaginanya. Sofie semakin
menceracau ketika aku kembali menggoyangnya dan diapun menggoyangkan
bokongnya. Tangannya menuntunku meremas-remas payudaranya yang semakin
besar dan kencang karena bengkak.
"Iya.. gitu yang.. remas terus.."

"Kita kekasur yuk say.." kataku.
Sofiepun
menurut dan segera menghempaskan tubuhnya terlentang di kasur. Aku
segera berjongkok di atas perutnya dan mencumbui sekwildanya sedangkan
naga kecilku ikut-ikutan menusuk-nusuk susu Sofie. Aku remas-remas
payudara Sofie itu dengan sedikit kasar tapi menggairahkan buktinya
Sofie menggeliat-geliat merasakan amukan badai cinta. Aku remas terus
kedua buah dada yang mengeras itu sambil sekali-kali menekan-nekan
putingnya. Sofie mendesis-desis,
"Sayang.. kamu hot banget.."
Aku
membalas ucapan Sofie dengan ciuman di bibirnya. Mau tak mau tubuh kami
mendekat hingga naga kecilku menempel diulu hatinya. Kemudian Sofie
menangkapnya lalu membelainya dengan mesra. Birahiku kembali meluap.
"Sofie.. sayang.. payudara kamu kok gede banget sih say.." kataku kemudian.
"Penny kamu juga gede Don.. aku suka.." jawab Sofie menggelitiki ujung kepala penisku.
"Aachh.. kamu nakal. Aku makan nih ehmm.."
Langsung
saja aku kulum puting payudara Sofie. Cewek itu melenguh
menggenggam-genggam penisku. Aku segera membalasnya dengan menghisap
payudaranya kuat-kuat.
"Ohh Donny.. kamu panas banget.. ohh.." desah
Sofie sambil meremas penisku sampai rasanya ingin remuk. Aku serang
payudaranya semakin garang. Aku terdengar detak jantungnya yang memburu
berpacu dengan naluri bercinta kami. Tangan kiriku segera bekerja
menyusuri goa kemaluan Sofie yang semakin becek aku telusuri
lorong-lorong sempitnya, aku pelintir juga clitorisnya yang
berdenyut-denyut. Tiba-tiba Sofie mengerang,
"Achh.. uuhh.. Donny.. entotin aku lagi say.." pinta Sofie.

Tapi
aku belum puas bermain-main. Segera kuangkat tubuh Sofie, lalu
kuletakkan bantal dibawah pantatnya. Nampak paha mulus Sofie masih
terbalut stocking tipis. Terlihat pula goa kenikmatan Sofie yang berbulu
tipis licin mengkilap. Penisku makin menegang. Sofie mengerang saat
jari telunjukku menguak kedua dindingnya yang merah. Otot pahanya
meregang saat kujilati bagian dalamnya dan menusuk-nusuknya.
"Aaahh.. sstt.. oohh..!" rintih Sofie tiada aku perdulikan aku segera menghisap clitorisnya.
"Ouuwww.. ooh.. sshh.. say.. cepet masukin!" rintihan kenikmatannya kali ini terdengar nyaris seperti jeritan.

Tiada
tega aku mendengarnya maka segera saja aku tekan penisku memasuki
lubang kawinnya yang menganga. Bless.. masuk! Segera saja aku pompa
masuk keluar masuk keluar lalu berputar.
"Ogghh.. terus sayang.. nikmat sayang.. terus sayangg.."
Aku
terus memompa sampai rasanya lubang kawin Sofie berdenyut-denyut. Dan
tak lama kemudian kami merasa akan mencapai oragasme lagi.
"Ssshhtt.. aahh.." rintih Sofie.
"Hoohh.. aahh.." erangku bagai teriakan.

Aku
cabut penisku dari vagina Sofie. Lalu kami terlentang diatas kasur
empuk itu. Bau keringat kami berbaur, demikianpun bau lendir-lendir
kenikmatan kami. Nafas kami berangsur normal kembali.
"Don, makasih ya kamu mau main denganku malam ini."
"Makasih juga sama pussymu yang memuaskanku malam ini, Sof."

Malam
itulah kali pertama aku main sex sama cewek yang bukan perawan. Rasanya
lain banget, tapi sofie istimewa hingga kemudian aku merasa belum
saatnya menghapus lebur jiwo dari diri Sofie. Aku ingin mengulanginya
lain hari
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Korban Pelet 3 : SOFIE
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Migrant Care Beberkan Kasus Perkosaan TKW

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Untuk 17 Tahun Ke Atas :: Underground :: Cerita Panas-
Navigasi: