Forum ini adalah tempat berkumpulnya para Pecinta Bokep dan sejenisnya, jika kalian mempunyai foto, video, gambar atau sejenisnya yg lain-lain Share aja disini
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Video Bokep

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
valk880
Bayi
Bayi


Jumlah posting : 16
Reputation : 0
Join date : 03.10.11

PostSubyek: Video Bokep   Thu Jun 14, 2012 7:14 pm

aku punya sepupu jauh, Dian. Suatu hari dia maen ke tempatku, ngajakin
aku ke vilanya. Buat refreshing ja katanya. Diperjalanan ke vila dia
nanya, "In kamu mau gak lagi ngent0t divideoin". "Ntar kesebar Di, repot
lagi". "Ya enggak lah, aku rekam trus kasi copynya kekamu, kita masing2
jaga copyan kita dan jangan dikasi ke orang laen, kan gak akan
kesebar". "Mangnya sapa cowoknya?" "ada anak muda penjaga vila ku, asik
banget maen ma dia, mana kontolnya gede lagi, dah gitu dia kuat banget
maennya. aku selalu terkapar kalo maen ma dia". "Waduh, pantes kamu
sering maen ke vila ya, kok kali ini ajak2 aku?" "Kan aku pengen di
videoin, jadi kamu yang rekam, ntar gantian. Kuat kok dia ngentotin kita
berdua". Aku diem aja mendengar rencana vulgarnya. Mobil terus meluncur
membelah jalan pedesaan menuju ke vilanya. Vilanya memang rada jauh
dari jalan besar, suasananya sepi sekali karena gak berdekatan dengan
penduduk lokal. "Kamu kenal tu lelaki dimana Di". "pas aku jalan2 ketemu
dia, aku suka orangnya, ganteng dan atletis, tipe kamu banget deh, cuma
masi muda". Dia tau kalo aku sukanya lelaki umur 40an. "Trus kamu
tawarin kerjaan". "Iya, malah langsung ja aku ajak maen dikolam renang,
dia napsu banget ngentotin akunya ampe teler deh aku". "Gak mo rugi
banget si kamu". Dia cuma tertawa aja. Mobil brenti didepan gerbang
tinggi, dia membunyikan klakson dengan kode tertentu, tak lama kemudian
gerbang terbuka, nampak si anak muda dengan bertelanjang dada tersenyum
menyambut kedatangan kami. "Ganteng kan, mana perutnya ada six packnya
lagi, belon bawahannya lagi", katanya stengah mempromosikan si ujang,
sebut ja tu lelaki begitu. "Jang, ni Iin, sodaraku". "Wah Di, asik juga
ni Iin, mao bertigaan ya". Kamu tu, mikirnya kesitu aja si". "Ya kalo
kamu kemari kan buat begituan ja ma aku ato ma temen kamu, kok gak bawa
temen lelaki, jadi mo bertigaan ma aku ya". Karena dah biasa ngentotin
Dian, ujang ngomongnya dah kaya ketemannya aja, bukan ke majikan. Ujang
menyambar bodiku dengan pandangan laparnya. Memang aku cuma pake tanktop
dan celpen, semuanya ketat sehingga lekak liku bodiku mengundang
tatapan lapar lelaki yang melihatnya, termasuk si ujan ganteng ini.
Harus kuakui selera Dian tinggi, dikampung kaya gini masi ja dapet
lelaki ganteng yang perkasa kaya si ujang.

Ujang membantu
menurunkan peralatan videonya, "Ni apa Di". "Nanti aku mo bikin film,
kamu maen ma Iin dulu ya, aku mo ngeshoot". "Wah jadi bintang film bokep
neh aku, bisa terkenal tu nantinya". Aku diem aja mendengar obrolan
vulgar mereka. Dian menset kamera videonya dideket sofa, kayanya disitu
aku bakan dientotin ma ujang. Lightingnya diatur dengan pencahayaan
rumah ditambah dengan sinar matahari yang masuk dari jendela, semuanya
diatur supaya gak terjadi backlight sehingga muka jadi gelap waktu di
shoot karena membelakangin sumber cahaya. Aku dan ujang duduk
bersebelahan di sofa, begitu diberi aba-aba, kami berpelukan, ujang
dengan penuh napsu melumat bibirku dan lidah kami mulai beradu. lidahnya
mulai berusaha menyelinap masuk dalam bibir-ku, aku membiarkan lidahnya
itu berpagutan dengan lidahku. Kami berciuman mesra, hidung kami sempat
beberapa kali terantuk, sedotan dibalas sedotan, kami berciuman dahsyat
hingga menimbulkan bunyi aneh sewajarnya orang berciuman hebat. Lidah
kami saling bersilangan seraya berciuman itu, liur kami sudah saling
tertukar. Aku menarik tangannya untuk mengapai dadaku, segera ujang
menunaikan kewajibannya meremas tokedku yang masi terbungkus pakean. aku
sedikit mendesah diantara ciuman kami. Dia memainkan tokedku,
meremasnya, menekannya dan menggesek2kan tangannya diarea pentilku.
walaupun masi tertutup pakean, kerasa banget gesekan jari Ujang
dipentilku, sehingga napsuku makin berkobar saja. “Ougghhh..” aku
mendesah nikmat.

Dipeluknya tubuhku sambil berciuman, sambil
menggesek pentilku. Tangannya yang memelukku itu .menyelinap diantara
cdku meremas bongkahan pantatku.“Ih… kamu bandel ya,..” Aku
menghentikan ciumanku, sambil tersenyum aku berdiri dihadapannya.
"Lepasin semuanya dong Jang", rengekku manja. Dia tersenyum menatap
wajahiku itu. Dia menjulurkan kedua tangannnya, menarik tanktopku
keatas, melepaskan braku, menurunkan ritsluiting celpenku, sekaligus
dengan cdnya diplorotkan kebawah. Dian dengen penuh semangat merekam
semua adegan itu dari beberapa angle yang berbeda. sebentar2 dia
mengclose up adegan yang menrutnya sangat merangsang, terserah dialah,
yang penting aku mo menikmati perngentotanku dengan Ujang, aku dah gak
mikir mo divideoin pa enggak. gundukan jembut yang tak terlalu lebat
namun tertata rapi itu menimbulkan sebuah aroma. “Hehehe, gitu donk
Jang,..” aku kembali dalam pelukannya dengan mengangakang. "Terusin
Jang", pintaku. Tentu saja ujang tidak menyia2kan kesempatan baek ini.
Dia segera memeluk aku. Dia mencium aku di bibir, balik ke kening terus
turun kebalik telinganku, diispe2nya telingaku, sesekali lidahnya
disisipkan di lubang telingaku. “Ahhh, ahhh Jang,..enaaaak…”
Akupun gak tinggal diam, aku meraba2 dadanya yang bidang, menjepit
pentilnya yang dah mengeras (sama kaya prempuan ya kalo napsu pentilnya
ngaceng).
“Sekarang giliran aku ya Jang”. Lidahku merangsang
pentilnya, menjilatnya sambil menyedot-nyedotnya membuat Ujang mendesah
kenikmatan, “Enak Jang?" tanyaku sambil tersenyum. Dia membalas dengan
senyuman. aku meletakkan tangannya diselangkanganku, dia menggerakkan
jempolnya menempel di itilku, sedangkan telunjuknya digerakan di depan
bibir memekku.

“Owhh,, Jang, Enak,.. ahhh..” memekku sudah
mulai basah, dia menggerakan jemarinya makin cepat naik turun
dipermukaan bibir memekku. Aku mendesis, sembari tak henti menjilati
pentilnya. Ujang kemudian meremas tokedku bergantian dengan mengilik
itilku. Kurasakan permukaan memekku bertambah basah, “Jang… gak
tahan, jangan di depan ajah.. ahhh, Jang masukin…” pintaku. Dia
menuruti kemauanku, telunjuknya mulai ditusukkan kedalam memekku. Terasa
memekku mengejang kemasukan jarinya. "In baru kemasukan jari ja dah
ngempot memekmu". Telujuknya masuk makin dalam, “Terus Jang,
enak…” Aku terus menceracau, akhirnya telunjuknya mentok juga,
sesaat didiamkan, aku tampak menarik nafas panjang, sebelum akhirnya dia
menggerakan telunjuknya kluar masuk memekku. “Owwww, ahhh Jang…”,
Akumenceracau, berusaha memagut bibirnya, kami berciuman mesra
sementara telunjuknya terus keluar masuk menjelajahi memekku. Aku
membals kenikamatan yang dia berikan, kuurai ikatan celpennya,
kupelorotkannya, kuremas kontolnya yang besar dan sudah sangat keras
itu. "Ih besarnya". Dia makin memacu telunjuknya keluar masuk memekku,
sementara akumembalas dengan mengocok kontolnya.

Desah nikmat
kami yerdengar diantara ciuman napsu, beberapa menit kami berpacu dalam
keadaan itu, hingga akhirnya tubuhku menggelinjang hebat, menggelinjang
panjang disertai desahan dasyat, tubuhku mengeras, aku terhantam
gelombang organsme dahsyat, membuatku tak karuan mendesah, dia merasakan
memekku yang seolah menyedot telunjuknya sebelum cairan memekku
merembes keluar, “Awhhhhh…Oughhh…” Aku memeluknya mesra saat
Orgasme itu tiba, nafasku tersengal sengal. Aku mengambil air minum dari
meja dan menenggaknya, "kamu dasar,.. hebat banget..” celetukku.

"Bikin
adegan mandi ya", Dian mengarahkan, kami segera masuk ke kamar mandi.
Dian menset lighting kamar mandi dan kamera videonya, gak lama kemudian
aku dan ujang mulai beraksi. Ujang mengambil sabun cair, menuangkan
ketangannya dan membalurkan ke badanku, Lama sekali dia meraba2 badanku,
yang pasti dia meremas gemas kedua tokedku gantian, pentilku diplintir2
sampe aku menggelinjang. Kemudian tangannya mengarah ke jembutku,
digosoknya jembutku sampe berbusa, kemudian aku diminta mengangkang, dan
itilku menjadi sasaran berikutnya. Napsuku sudah memuncak, sementara
Dian disempitnya ruang shower berusaha mengclose up adengan tangan ujang
meremasi toked dan itilku. Setelah itu aku dimintanya membelakangi
ujang, menyandarkan badanku ke tembok dan mengangkangkan pahaku, dari
belakang ujang menempelkan palkonnya yang sudah keras banget, perlahan
digesek-gesekannya sepanjang garis memekku, terutama diitilku, aku
melenguh hebat menikmati ransangan yang diberikannya, “Oughh,
Jang..enyakk..” aku terus melenguh. Akhirnya dia menekan kontolnya
masuk dalam memekku, tiap centimeter kontolnya melengsek masuk,
“Awwwh,..Jang…ahhhh…” aku pun tak kuasa mendesah. "In, peret
banget memekmu" Ujang ikutan melenguh. Dia menekan dan mendorong
kontolnya masuk lebih dalam. Dia meringis merasakan remasan otot-otot
memekku. Aku sendiri hanya merem melek saja, menikmati tiap detik
kontolnya masuk lebih dalam, sempat mentok beberapa kali, namun dia
menarik pinggulnya lagi mencari ruang agar dapat menekan kontolnya masuk
lebih dalam lagi.

“Ahhh, Jang,..dalem banget.. awwhhh..”
rintihku, saat kontolnya akhirnya tertanam semua dalam memekku. Memekku
yang peret terus berdenyut seolah memijat kontolnya yang berada di dalam
sana. Digengamnya pinggulku sebagai tumpuan, digoyangnya kontolnya
keluar masuk dalam memekku dengan kecepatan yang terus meningkat.
Tokedku berguncang kesana kemari mengikuti enjotannya. bunyi tabrakan
bokongku dengan selangkangannya menimbulkan bunyi yang cukup nyaring
tapi kami tak perduli lagi. “Uhhh, owghhh,..ahhhh…” aku terus
mendesah, sementara dia terus menyodok kontolnya sekuat tenaga.
Sesekali tangannya menggapai tokedku yang menggantung dan meremasnya,
membuat aku kembali melenguh erotis, lenguhanku rupanya membuat dia
kian bernafsu untuk mengocok memekku, “Srettt, Srettt, Plak,
Plak,..” bunyi-bunyian yang sering terdengar karena sentuhan tubuh
kami, belum lagi cairan memekku yang terkadang merembes keluar melumasi
kontolnya yang memungkinkan dia untuk menngenjot aku lebih cepat lagi.
“Awwhh, Jang….Ahhhh..” tubuhku mengejang hebat, memekku mengejang
lebih hebat lagi meremas kontolnya yang sedang mengaduk2 memekku sampe
ke dasarnya, dan akupun kembali klimaks. Terasak semburan hangat cairan
memekku yang menyentuh kepala kontolnya, terus membasahi batangnya
hingga merembes keluar. Beberapa detik aku menutup mata dengan tubuh
yang bergetar. "Oohh.. aku keluar Jang".

Aku kemudian
berjongkok dihadapannya, meraih kontolnya, kugenggam dan kuremas2.
Kontolnya kujilatin, biji pelernya juga kulalap, kuisap dan kusedot2.
Sesekali bijinya kutarik tarik memberikan kenikmatan sambil terus
mengocok kontolnya. “Ahhh, ahhh..” dia mendesah kenikmatan sesaat
kontolnya masuk kemulutku, mulai kusedot2 kontolnya, ”Aghhh..”, dia
mengelinjang nikmat,..
Kepala kontolnya kuisap sementara tanganku
aku henti mengocok batangnya. "Cut", kata Dian yang dah blingsatan
merekam semua adegan penuh napsu kami berdua. "Lanjutin diranjang ya,
kamu hebat banget maennya In". Ujang membantu memindahakn semua
peralatan ke kamar tidur. Dian menset lighting dan letak cameranya,
sementara aku dan ujang sudah berada di tempat tidur.

Sehabis
Dian memmberi aba2 untuk mulai, segera Ujang yang belon ngecret dari
tadi beraksi. Dia mencium bibirku, tangannya kembali merangsang bibir
memekku yang mulai basah, “Oughh, Jang…” aku mendesah. Dia
menelusuri daguku, leherku sehingga aku kembali menggeliat2, sampe
akhirnya mengulum pentilku. Tangan satunya digunakan untuk mengilik2
itilku sehingga aku kembali melenguh melampiaskan kenikmatan atas
rangsangan yang diberikannya.
Jemarinya sesekali disisipkan lagi
dalam memekku sementara terus diciuminya toked dan pentilku. Dikunyahnya
pentilku pelan, dijilatinya seluruh bagian dari tokedku, ” Ughhh,
Jang..ahhhh “ aku terus melenguh yang rupanya menambah naik napsunya
juga. Pinggulku bergoyang erotis menikmati rangsangan dari jarinya,
memekku kian basah, aku dapat merasakan otot-otot memekku berkedut
meremas telunjuknya didalam sana.“Hahhh, ahhh, hahhh..” aku mendesah
dengan nafas yang memburu, “Enak Jang.”

tak perlu komando
darinya, begitu punggungku yang sempat terangkat saat organsmeku yang
kesekian, langsung ditancapkannya lagi kontolnya kedalam memekku,
langsung di keluar masuk kan sehingga aku kembali mendesah.

Terus
digalinya memekku beberapa menit, tak secepat tadi memang namun
sekarang hanya dengan penetrasi pendek, hanya kepala kont0l dan sebagian
kecil batangnya yang masuk. Ini cukup membuat aku blingsatan dan
berusaha menggoyangkan pinggulku keatas, menginginkan penterasi yang
lebih dalam.

“Ahhhh, ahhhh, Ujang.. jahat ahhh..” Rengekku,
namun dia tak tak perduli karena dia pengen mendapatkan kepuasan
maksimal dariku, jadi dia gak mau buru-buru keluar. Diciuminya lagi
pentilku, diremas dan ditarik-tariknya, kemudian dijilati, diisap
sambil sesekali dikunyahnya. Aku langsung menggelinjang nikmat begitu
lidahnya menjelajah tokedku bagian bawahnya, sementara dia teruis saja
menggenjot kontolnya kluar masuk memekku. “Ughhh, Jang..ahh,..” aku
terus melenguh keenakan sambil merem melek itu. Setelah dirasakannya
sedikit sudah tenang dia menyodokan kontolnya dalam-dalam , kali ini
dengan seluruh tenaga, aku langsung melolong dahsyat, memekku kembali
mengejang, lelehan cairan memekku kembali menerpa kontolnya. tubuhku
bergetar, meski tak sehebat tadi, aku kembali mencapai puncak
kenikmatannya. Remasan yang seolah memijat kontolnya di dalam memekku,
membuat kontolnya seketika meledak, memuncratkan peju angetnya dalam
memekku. Banyak sekali, aku merasakan hantaman kecretan pejunya dalam
memekku. Dia mendiamkan kontolnya dalam memekku hingga kembali mengecil
dan keluar dengan sendirinya, sementara akun hanya diam menatap
langit-langit menikmati yang barusan melanda tubuhku untuk kesekian
kalinya. "Cut", selesailah tugas Dian merekam semua adegan mesraku
dengan Ujang. Harus kuakui Ujang membari kenikmatan ke aku banget2, gak
kalah seperti kalo aku maen ma om2. Sekarang giliranku merekam adegan
Dian maen dengan Ujang, tentunya setelah Ujang ngaceng lagi. Dian
mengajariku gimana untuk menggunakan kamera, merekam adegan2 yang
napsuin dan segala macem teknik. Sebenarnya aku masi lemes tapi ya kudu
aku lakukan, kan Dian tadi juga sudah merekam adeganku, sekarang
gilirankulah merekam dia maen ma Ujang, kesepakatan sebelon pergi ke
vila kan gitu. Dian menunjukkan video yang direkamnya, dengan kecepatan
tinggi tentunya, untuk mengasi liat padaku adegan mana yang perlu di
close up, gimana nge cut adegan yang panjang, mengganti agnle
pengambilan gambar dan sebagainya, sambil memberikan kesempatan Ujang
untuk mengambalikan staminanya. Kulihat Ujan menenggak sebotol minuman
enersi (katanya si), "biar kuat maen lagi ma Dian", katanya sambil
nyengir.

"Kita maen di kolam yuk Jang", ajak Dian, dia menghilang
ke kamar dan ketika keluar hanya berbikini miim. Ujang melotot melihat
bodi Dian yang memang bahenol itu. Dian membantuku menset camera,
lighting gak diperlukan karena memang cuaca cerah, malah panas terik.
Jadi pengambilan gambar dilakukan dengan naungan payung besar yang
memang tersedia disitu. Baeknya Dian memilih kursi untuk tempat maennya,
kalo dikolam aku kudu ikutan nyebur. Aku males pake pakean, jadi aku
telbul ja menshoot aktivitas Dian dan Ujang. Ujang berbaring sambil
menikmati memek Dian yang naik ke wajahnya, sementara Dian sibuk
melayani kontolnya dengan mulut dan lidahnya, posisi 69 gitu deh.
Semakin dikulum kayanya kont0l Ujang semakin keras dan berdenyut, itu
dilakukan sepuluh menit lamanya. Kemudian ganti adegan lagi, Dian naik
ke selangakangan Ujang dan memasukkan kont0l Ujang ke memeknya.
Uuugghh..!" desahnya saat kont0l itu menusuk ke dalam. Ujang juga
mendesah merasakan
jepitan mem3k Dian terhadap kontolnya. Liarnya
goyangan Dian membuat Ujang makin seru melenguh. Tangannya dijulurkan ke
atas meraih kedua toked Dian, meremasnya sambil terus menyedot
pentilnya. "Ahh.. Ohh.. Jang", desah Dian sambil menggeliat-geliat.
Karena dah memendam napsunya selama menshoot perngentotan aku dan Ujang,
Dian cepet banget nyampenya. Setelah itu mereka ganti posisi. Kali ini
Dian nungging dan Ujang menusuknya dari blakang. Sambil mengenjot,
tangan Ujang mulai merayap di toked Diang yang berguncang2 seirama
dengan enjotan Ujang, memilin pentilnya dan memijatinya. Aku close up
adegan memilin pentil. Dian tidak bisa menahan lebih lama lagi, sesuatu
yang mau meledak dalam dirinya, dia mengerang panjang saat mencapai
puncak. Genjotan Ujang masih berlangsung dengan liar dan cepat. Dian
menggeolkan pantatnya mengiringi enjotan Ujang. Aku berusaha mengambil
gambar dari bawah sehingga nampak kont0l Ujang membor kluar masuk di
mem3k Dian. "Yeeaah, gitu Jang.. Terus.. Yahh.. enjot aku sepuasmu!"
desah Dian menghayati setiap enjotan kont0l Ujang. Akhirnya tubuh mereka
sama2 menggelinjang diiringi erangan yang sahut-menyahut. Ujang
mencabut kontolnya dari mem3k Dian dan segera Diang mengocok, menjiati
dan mengisap kont0l Ujang yanga belepotan peju dan cairan memek Dian.
Dian terus mengocok-ngocoknya hingga tetes terakhir, pemiliknya sampai
berkelejotan dan melenguh nikmat akibat perbuatannya. Mereka akhirnya
terkulai lemas, tubuh mereka sudah berkeringat, nafas pun sudah
putus-putus. "Hebat juga ya Jang, bisa muasin dua cewek" pujiku. Selesai
udah shooting, habis makan Dian ngajakin aku pulang padahal masih
pengen seronde lagi ma Ujang. Tapi ya dia bosnya, dia yang bawa mobil,
jadi aku kudu ngikut printahnya. Tidak lupa kami memberi ciuman
perpisahan pada Ujang, Dian pipi kiri dan aku pipi kanan, lalu
dibalasnya dengan menepuk pantat kami bersamaan. Hari itu juga, sore
harinya kami membawa rekaman video ke temennya Dian untuk ditransfer
dalam bentuk vcd
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Video Bokep
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Anak Nonton Bokep, Soraya Haque Tak Marah
» Video "AURA KASIH YOUTUBE" Makan Pisang
» Video Serangan Udara Sekutu Atas Libya
» Pemuda Posting Video ML di FACEBOOK
» Misteri Gelang Putih di Video Mirip Luna Maya

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Untuk 17 Tahun Ke Atas :: Underground :: Cerita Panas-
Navigasi: