Forum ini adalah tempat berkumpulnya para Pecinta Bokep dan sejenisnya, jika kalian mempunyai foto, video, gambar atau sejenisnya yg lain-lain Share aja disini
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Siti, SPG yang cantik

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
valk880
Bayi
Bayi


Jumlah posting : 16
Reputation : 0
Join date : 03.10.11

PostSubyek: Siti, SPG yang cantik   Fri Jun 08, 2012 9:01 pm

Kebiasaan saya sering pulang kantor, keliling dulu ke mall-mall untuk
hilangkan stress. Suatu sore di sebuah mall di Jakarta barat, seperti
biasa keliling cuci mata cari yang bodi montok dan segar. Ketika
melihat-lihat kaus tiba-tiba saya di kejutkan sambutan manis dari
seorang SPG.
" Mau cari apa Om? "
" Ini cocok untuk Om tambah kelihatan muda. "

Saya
lihat cewek ini hitam tapi manis, dan bodinya cukup bikin jakun
naik-turun. Perkiraan status: 36B-26-36 dan tinggi sedang saja. Wah ini
memang yang paling saya suka hitam, pasti sparepartnya hitam dan merah
dalamnya. Singkat cerita kami akrab dan saya sering menemuinya walaupun
tidak selalu belanja. Namanya: Siti. umur: 27 tahun, sedang saya umur 36
tahun, tapi seperti kata orang umur segitu lagi panas-panasanya, oh ya
saya sudah beristri dan dua anak, tapi sayangnya istri saya dingin
sekali, kami jarang sekali campursari. Itupun kalau sudah dipaksa
sekali, jadi saya malas sekali, padahal napsu saya menggebu sekali.
Rasanya setiap hari maunya muntah melulu.

Seperti sudah
dijanjikan kami buat janji untuk jalan minggu pagi, pas Siti lagi off.
Siti sendiri masih sendirian tapi saya yakin sudah tidak perawan lagi
karena dilihat dari cara bicara dan keberaniannya. Saya jemput di salah
satu toko kue, pagi pukul 8.00
" Mas pagi-pagi gini mau kemana?" tanyanya.
" Bagusnya kita cari tempat yang aman yang tidak bisa dilihat orang, gimana kalau di sebuah motel di daerah A? "
Sambil tersenyum dia menjawab" Emang mau ngapain di motel?, jangan macam-macam loh Mas ".
" Ngak kok cuma tiga macam, satu dibawah dan dua diatas,"
" Ih takut " jawabnya sambil tertawa.
" Takut ngak dikasih yah " jawabku.

Begitu
kami chek in, saya langsung memeluk dia erat-erat, sebab baru kali
kesampaian, dua buah gunungnya benar-benar menekan keras sekali ke
dadaku. Kami berciuman lama, sambil pelan-pelan tangan saya menjalar ke
pantatnya yang besar dan padat. Perlahan-lahan tangan saya menjalar
kedepan menyusup kedalam celana jeans yang dipakainya.
" Mas jangan mas, saya takut " desah Siti.
" Tenang aja," sambil tangannya saya bawa menyusup kedalam celana saya sehingga tepat menggenggam penisku.
"
Oh, rasanya enak sekali, penisku di remasnya dengan keras. sementara
tangankupun sudah mencapai gundukan gunungnya yang serasa lembab dan
sedikit bulunya.
" Mass.. , mas.. " Desahnya keenakan.

Langsung
saja kulucuti celana dan baju kaosnya. sehingga tinggal BH dan CD warna
hitam. Aku tambah horny karena aku paling senang lihat perempuan pakai
CD dan BH hitam. Sitipun tak mau ketinggalan melucuti celanaku. Sehingga
kami sudah telanjang bulat. Segera mulutku gerilya menjilati puting
susunya yang hitam tapi masih kecil, dia menggelinjang
" Uh-uh..mas..mas "

Mulutku
mulai turun ke bawah dan terlihat vaginanya yang ditumbuhi sedikit
bulu. Segera kusentuh clitorisnya yang sebesar biji jagung, dan serentak
dia tersentak
" Mas..mas.."
Kujilati mula-mula bagian bibirnya
sambil sedikit menggigit-gigit biji jagungnya, dia semakin
meronta-ronta. Kuintip lubangnya masih sangat kecil, dan merah sekali.
Lidahkupun kujulurkan dan masuk ke celah-celah lubang merah darah itu.
Siti seperti kerasukan setan, dia meronta-ronta dan kurasa lubang
vaginanya berdenyut-denyut dan mulai banjir air lendir keluar.

Sementara
mulutku mengisap-isap biji jagungnya, tanganku mulai mengorek-orek
lubang vaginanya. Siti menjerit-jerit seperti orang kehausan,
" Mas-mas, saya ngak tahan Mas "
Segera
ini berontak dan mencari penisku dan segera di pegang dan dikulumnya
seperti orang kehausan dan dengan rakus di jilat, diisap dan disedotnya
kuat-kuat, giliranku yang meronta-ronta keenakan, "
Ah..uh..au..enak..enak..lagi..isap yang kuat,.."
Sementara penisku di kulumnya, tangannya memainkan bijiku dengan tangkasnya seperti meremas-remas adonan kue.
" Sit, sini kamu naik kita 69 yuk, jangan kamu isap terus nanti aku keluar duluan."

Siti
tertawa sambil segera putar badan naik diatasku dan menyorongkan
vaginanya ke mukaku. Langsung saja kusergap dan jilat dengan rakus dan
dia juga tidak kalah ganasnya. Lain sekali rasanya pelayanan dari Siti
dengan istriku yang sama sekali tidak mau dengan gaya macam-macam. Baru
kali ini aku merasakan enaknya vagina dan pelayanan dari cewek lain. Aku
memang belum pernah macem-macem dengan cewe lain karena takut kena
penyakit, khusus dengan Siti aku berani karena saya yakin dia juga tidak
sembarang, sebab dia tidak genit-genit dengan orang lain. Diapun mau
kuajak setelah cukup lama kudekati dan mungkin dia simpati mendengar
deritaku yang tidak dapat menyalurkan hasrat karena istriku tidak mau
melayani.

" Mas, saya sudah ngak tahan, masukin mas, masukin mas"
Siti
memaksakan segera berdiri dan duduk diatas saya, sambil mengarahkan
penisku masuk ke dalam vaginanya, saya sengaja tidak langsung masuk,
tetapi menggesek-gesekkan di bulu vaginanya dan bibirnya, dia tambah
belingsatan.
" Udah mas, cepat mas, aku sudah mau keluar nih"
Dengan
memaksa dia menarik penisku dan memegangnya sehingga tepat didepan
lubang vaginanya setelah pas segera dia menekan vaginanya agar penisku
masuk, tapi sulit juga karena memang lubangnya masih kecil, untung
vaginanya sudah banjir dan licin. Akhinya masuk juga penisku yang
panjangnya biasa saja. Kata Siti sih setelah dia merasakan penisku yang
bikin puyeng ujung meriamku yang besar dikepalanya, sehingga ketika
ditarik, seakan-akan nyangkut di leher kepala penisku.

" Aaau..Aaauu.."
Bles
masuk semua penisku den rasanya kepala bawahku ngilu dan enak, segera
diputarnya pantatnya, seperti sedang menari hula-hula,
" Ah..ah..ah"
Hanya
suara itu yang terdengar dari mulutnya, sementara itu tanganku segera
bekerja memijati payudaranya yang berdiri tegak. dan kupilin-pulin
putingnya. Siti menjadi lebih ganas goyangnya. Aku merasa sudah mau
meledak, maka segera kutarik dia turun dan segera kukangkangkan
vaginanya sambil kuangkat kakinya tertekuk dengan posisi vaginanya
persisi dihadapanku, segera kujilati bibir vaginanya yang sudah
kelihatan merekah, sambil jari tengahku mengorek-orek vaginanya. Siti
lebih histeris." Mas..mas..terus mas, tusuk Mas yang dalam mas..ahh "
Lidahkupun kulancipkan dan kuselipkan dilubang vaginanya, sambil ditusukkan dalam-dalam.
" Mas..mas saya ngak tahan mas.., auu..auu.."

Akhirnya terasa ada denyutan yang hebat dari vaginanya sambil kepalaku dijepitnya dengan keras.
" Ah..ah..ah.."
Ada sekitar satu menit posisi kepalaku tetap dijepitnya setelah itu ia terkulai lemas.
" Ma kasih mas, enak bener mas"
" Aku belum pernah merasakan enak seperti ini "
Oh ya dia memang mengaku sudah tidak perawan, dulu ketika SMA sudah pernah di perawani oleh pacarnya,

Setelah
lemas akupun pelan-pelan mengelus-elus sekujur badannya dengan
jari-jariku secara halus, pelan-pelan dia mulai terangsang lagi, akupun
mulai meraba bulu-bulu vaginanya dan sambil menjilati puting
payudaranya. Segera aku menindihnya dan penisku yang sudah marah segera
mencari lubang vaginanya, tapi terpeleset terus, dia dengan tertawa
segera membimbing penisku menuju lubang surga itu. Setelah pas segera
kutekan dan bless..,
" Ah.." dia menjerit kecil,
Kurasakan enak
benar merendam penisku didalam vaginanya. segera kumulai gerakan
naik-turan dan dibantunya dengan gerakan memutar,
" Ah..ah..enak Ti" desahku, "Terus ti yah yang cepat "

Dia
semakin semangat memutar pantatnya. Segera kuganti posisi, sebelah
kakinya kuangkat dan segera dengan posisi saling silang kutusuk penisku
ke vaginanya lagi, kali ini masuknya benar-banar dalam dan terasa mentok
ke rahimnya, dia menjerit,
" Aduh Mas "
" Kenapa sakit? " kataku sambil melihat matanya yang melotot
" Sedikit sakitnya tapi ngilu dan enak banget pas penismu mentok kedalam vaginaku" Jawabnya.
Segera
kugenjot, setiap kali penisku mentok masuk ke vaginanya di melotot
sambil berdesis, " Sss..Ss., enak bener mass.., mentok mas.."
Kurasa aku sudah mau meledak dan, segera kupercepat gerakanku, Sitipun makin menggila teriakannya.
" Au..Au..mas..enak mas..au.."
" Aku mau keluar, ti " teriakku,
" Ayo Mas saya juga mau keluar " terik Siti.
Tak lama aku merasakan ledakan dari ujung kepala penisku,
"Ahh..Ah..Au.."
Dan Sitipun segera menyusul " Aku Juga keluarmass..Aaa..Aaa.."
Terasa 5 atau 6 kali semprotanku menghujam kedalam vaginanya. Akhirnya kami, lemas dan saling tertawa,
" Enak banget Ti, vaginamu, saya mau lagi yah"
" Sama, saya juga sudah lama banget ngak di tusuk rasanya seperti ke surga"
Kelak setelah ini kami masih sering lagi ketemu, tetapi kami menjaga hubungan diluar, kami seperti tidak ada apa-apa.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Siti, SPG yang cantik
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Mau Bikin Telur Mata Sapi yang Cantik? Ikuti Langkah Mudah Ini!
» Puisi Untuk Kamu
» Malioboro, sumber cinderamata yang paling komplit
» Memilih Pembalut yang Baik
» Teman Masa Kecil yang Terlupakan

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Untuk 17 Tahun Ke Atas :: Underground :: Cerita Panas-
Navigasi: