Forum ini adalah tempat berkumpulnya para Pecinta Bokep dan sejenisnya, jika kalian mempunyai foto, video, gambar atau sejenisnya yg lain-lain Share aja disini
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Bertemu ABG di mall

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
valk880
Bayi
Bayi


Jumlah posting : 16
Reputation : 0
Join date : 03.10.11

PostSubyek: Bertemu ABG di mall   Fri Jun 08, 2012 8:57 pm

Siang itu aku sedang suntuk sehabis berjam-jam menghabiskan waktu di
depan notebook untuk mengerjakan salah satu proyek dari klienku. Memang
aku ingin secepatnya menyelesaikan proyek ini, mengingat nilainya yang
cukup besar.
Terbayang nikmatnya berlibur di Bali atau Lombok bila nanti telah menerima pembayaran dari klienku ini.
Karena
perut sudah keroncongan, aku segera mengambil kunci mobilku dan pergi
ke mal di daerah Jakarta Barat untuk makan siang. Memang di kulkas kamar
kostku cuma tersisa sepotong pizza bekas semalam. Tiba di mal tersebut,
aku menuju KFC untuk makan siang.
Seperti biasa, sehabis makan siang
aku cuci mata melihat-lihat toko di mal tersebut. Setelah itu, aku
mampir di studio 21 yang terletak di lantai 3 mal itu untuk
melihat-lihat film yang sedang diputar. Memang rencananya kalau ada film
yang bagus aku ingin nonton untuk refreshing sebelum memulai
mengerjakan proyekku lagi nanti malam.
Saat memasuki lobby, setelah
melewati lorong yang dipergunakan untuk bermain video-game, kulihat
seorang gadis manis sedang duduk sendiri sambil memainkan handphonenya.
Aku seperti merasakan “deja vu”. Teringat olehku pengalaman beberapa
waktu lalu saat mau menggoda seorang gadis sendirian di lobby studio 21,
yang ternyata membawa cowoknya. Tetapi tak mengapa, aku sok nekat saja
duduk di sebelahnya sambil tersenyum. Dia juga membalas tersenyum sambil
kemudian kembali sibuk dengan hpnya.

“Ren..lo ada dimana sih ? Cepetan dong gue udah di lobby nih” katanya.
“Ya udah..cepetan deh” ujarnya lagi.

“Sedang nunggu pacar ya ?” tanyaku sok akrab
“Nggak kok mas. Teman.” sahutnya singkat sambil tersenyum.
“Mas sendirian aja ?” tanyanya lebih lanjut
“Wah agresif juga nih cewek” pikirku. “Iya sendirian aja. Mau nemenin? Jalan yuk” tanyaku nakal.
“Mau ngajak kemana ?” tanyanya
“Jalan-jalan aja” sahutku. Dia tersenyum lagi menambah manis wajahnya yang berbibir tipis itu.
Aku punya perasaan dia ini ABG nakal yang sering nongkrong di mal-mal mencari mangsa.
“Oh ya, namanya siapa ?” tanyaku
“Elis” sahutnya sambil mengulurkan tangannya
“Wawan”
kataku menyambut uluran tangannya. Kuperhatikan penampilan Elis, gadis
manis ini. Rambutnya sebahu dgn wajah yang manis. Berpakaian kaos ketat
dipadu celana jeans. Buah dadanya tampak menonjol ranum di balik kaos
ketat yang dipakainya. Terbayang nikmatnya bila aku bisa merasakan
kenyalnya buah dada ranum ABG manis ini.

“Nggak sekolah ?” tanyaku lebih lanjut
“Nggak sedang bolos. Males sih..”
“Emang sekolah dimana ?”
Dia kemudian menyebutkan salah satu SMU Negeri di wilayah Jakarta Barat.

“Hey..sori ya gue telat”. Tiba-tiba seorang gadis menyapa.
“Sialan lo.., gue udah nunggu lama tau..” sahut Elis pada sang gadis.
Kulihat
si gadis yang baru datang, dan mataku terkagum-kagum melihat
penampilannya. Wajahnya sangat cantik, dengan rambut panjang, mirip
dengan Ratu Felissa bintang sinetron remaja yang terkenal itu.

“Ren, ini kenalin teman gue” katanya mengenalkanku.
Kami
segera berkenalan. Kemaluanku semakin berontak saat jemarinya yang
halus sedikit kuremas saat kami berjabat tangan. Ternyata namanya Rena.
Tanktopnya yang seksi semakin menambah hot penampilannya. Tetapi kulihat
buah dadanya tidak sebesar kepunyaan temannya. Akan tetapi kulit
tubuhnya yang putih mulus menyebar aroma seksual yang tinggi.

“Mau kemana nih mas ? Kita makan dulu aja yuk ?” ajak Elis.
Akhirnya
kami bertiga pergi ke sebuah restoran fast food. Saat kami berjalan,
banyak cowok yang memperhatikan tingkah laku kedua ABG ini dengan
pandangan bernafsu. Terutama kepada Rena yang memang sangat cantik itu.
Karena sudah makan, aku hanya memesan minum saja untukku, sementara
mereka menikmati makan siangnya. Sambil menikmati pesanan masing-masing,
kami berbincang-bincang. Kupancing-pancing mereka, agar aku yakin
mereka bisa kuajak check-in nanti. Aku tidak mau kecele, setelah
mengeluarkan uang banyak untuk mereka ternyata mereka tidak bisa
dinikmati, hehe..
Ingin segera aku merasakan kehangatan dan kemulusan
tubuh belia mereka. Akan tetapi, ternyata tidak semudah itu. Banyak
proses yang harus dilalui, alias ada biaya yang harus dikeluarkan
terlebih dahulu. Sesudah makan, mereka minta dibelikan pulsa HP, terus
belanja baju, dll. Tetapi tak apalah, pikirku. Kebetulan baru minggu
lalu aku menerima pembayaran dari salah seorang klienku. Memang kalau
mau barang bagus ada harga yang harus dibayar. Apalagi terbayang
nikmatnya apabila aku bisa menyetubuhi kedua gadis ABG ini secara
bersamaan.
“Yuk jalan. Pusing nih di mal terus” kataku setelah mereka
selesai berbelanja. Memang aku sudah menentukan limit pengeluaran bagi
mereka. Disamping itu, aku sudah tidak tahan ingin segera menikmati
tubuh seksi Elis dan wajah cantik Rena.
Mereka akhirnya setuju dan kami menuju tempat parkir. Kukebut mobilku menuju hotel jam-jaman langgananku.
=====
Singkat
cerita, kami telah berada di dalam kamar hotel. Tak menunggu lama lagi,
langsung kuraih wajah cantik Rena dan kulumat bibirnya. Leher dan
pundaknya yang putih mulus segera kucium dan kujilati. Setelah itu,
wajah manis Elis menjadi sasaranku. Saat kuciumi bibirnya yang tipis,
kuremas buah dadanya dari balik kaosnya yang ketat.

“Buka dulu aja mas..” bisik Rena saat aku masih sibuk menikmati menciumi dan meremasi tubuh temannya.
“Bukain ya” kataku.

Aku menghentikan ciumanku pada wajah manis Elis, dan mereka berdua kemudian melucuti pakaianku.
Tak
lama aku telah berdiri hanya dengan mengenakan celana dalam saja.
Keadaan itu tidak berlangsung lama, karena jemari lentik Rena segera
menarik celana dalamku. Kemaluanku yang telah menegang segera berdiri
dengan gagahnya di depan kedua ABG ini. Mata mereka agak sedikit kaget
melihat ukuran kejantananku.
“Besar sekali mas. Rena suka..” kata si
ABG cantik sambil tangannya mulai mengocok-ngocok penisku perlahan.
Sementara Elis tidak berkomentar, hanya bibirnya yang tipis sedikit
terbuka. Matanya memandang kemaluanku dengan gemas. Mereka berdua telah
berjongkok di depanku.
Rasa hangat segera menjalari kemaluanku saat
Rena mulai memasukkan batang kejantananku ini ke dalam mulutnya yang
mungil. Kepalanya mulai dimaju mundurkan menikmati kelelakianku.
Kupandang ke bawah tampak wajah cantik gadis ini dengan pipi yang
sedikit menonjol disesaki alat vitalku. Sementara Elis menciumi dan
menjilati pahaku menunggu giliran.
Sesaat kemudian, Rena mengeluarkan
penisku dari mulutnya, dan Elis langsung meraihnya dengan bernafsu.
Dijilatinya terlebih dahulu mulai dari kepala sampai ke pangkal
batangnya, dan perlahan dia mulai menghisap kemaluanku. Terkadang gadis
seksi ini bergumam gemas saat menikmati kejantananku.
Aku tarik tubuh
Rena sehingga dia berdiri di sebelahku. Kemudian kembali dengan gemas
kuciumi wajah cantiknya. Rena dengan bergairah membalas pagutanku.
Ciuman dan jilatannya kemudian beralih ke puting dadaku. Sementara
kemaluanku masih menjejali mulut Elis, temannya yang seksi.
Wajah cantik Rena yang sedang menjilati puting dadaku membuatku semakin gemas ingin menyetubuhinya.
“Ayo buka pakaiannya dong sayang..” kataku.
Rena menurut. Dibukanya tanktop dan BH yang dikenakannya. Tak
ketinggalan juga celana jeans ketatnya. Dia tampak semakin cantik
dengan hanya memakai celana dalam hitam berenda.
“Biarin aja Ren., kamu lebih seksi pakai itu” kataku saat dia ingin membuka celana dalamnya.
Segera kutarik kembali Rena kedalam pelukanku. Kujilati puting buah
dadanya. Memang buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi bentuknya yang
mencuat dengan puting merah mudanya sangat merangsang sekali.
“Ahh…ssstt…” erangan nikmat keluar dari mulut Rena. Erangan ini
semakin keras terdengar saat jemariku mengusap-usap liang nikmatnya.
Desahan Rena diselingi dengan gumaman nafsu Elis yang masih berjongkok
menikmati kemaluanku.
Jemariku merasakan vagina Rena telah lembab oleh cairan nafsu.
Wajahnya yang sangat cantik tampak menggairahkan saat dia
mengerang-erang nikmat disetubuhi jemariku. Puting payudaranya juga
telah mengeras karena jilatan lidahku. Ingin segera kusetubuhi ABG
cantik ini.
“Sebentar ya Lis..”kataku sambil mencabut penisku dari jepitan bibir
tipis Elis. Setelah itu, kutarik Rena menuju tempat tidur. Kusibakkan
celana dalamnya, dan kuarahkan penisku ke dalam liang nikmatnya.

“Pelan-pelan ya mas..” desahnya perlahan.
Kemaluanku mulai menerobos alat vital ABG cantik ini. Erangannya
semakin menjadi. Tangannya tampak meremas sprei ranjang. Mulutnya
setengah terbuka, dan matanya terpenjam.
“Ahhhh…ahhhh” desah gadis cantik ini saat aku mulai menggenjot
kelaminku di dalam alat vitalnya. Karena sempitnya kelamin gadis cantik
ini, baru setelah beberapa kali genjotan penisku berhasil menerobos
lebih dalam, walau mungkin hanya dua pertiga batang kemaluanku yang
berhasil masuk. Ranjang mulai mengeluarkan deritan-deritan seirama
dengan goyangan tubuhku menikmati sempitnya liang vagina Rena. Tubuh
mulus Rena mengelinjang-gelinjang merasakan hujaman penisku yang
menyesaki liang vagina gadis belia ini. Sementara Elis, temannya yang
seksi dengan bergairah menonton adegan kami.

“Kamu buka juga dong Lis” kataku. Elis kemudian membuka kaos ketatnya dan celana jeansnya.
“Biarin aja pakaian dalamnya Lis..” ujarku lagi saat dia ingin membuka BHnya. Elis kemudian kuminta mendekat.
Kuhentikan hujaman penisku di kelamin Rena sejenak, dan kuminta dia
merubah posisi. Aku segera berbaring di tempat tidur sementara si
cantik Rena menaiki tubuhku. Diarahkannya kembali kelaminku ke dalam
vaginanya.

“Ahhhh….” erangnya kembali saat penisku menerobos liang nikmatnya. Dia
kemudian menggoyang-goyangkan tubuhnya menikmati kejantananku. Kuraih
wajah manis Elis yang ada di sebelahku, dan kami langsung berciuman
dengan bergairah. Kuremas buah dadanya yang besar, dan kuangkat daging
kenyal ranum ini sehingga keluar dari cup BHnya. Tampak luar biasa
seksi Elis saat itu, dengan wajahnya yang manis dan kedua payudaranya
yang mencuat keluar. Puting susunya yang kecoklatan segera menjadi
santapanku.
“Sstttthhhh….sstttt” erangnya saat kujilati dan dengan gemas kuhisapi buah dadanya yang kenyal itu.
Sementara Rena, temannya yang cantik, masih menggoyang-goyangkan
tubuhnya yang mulus di atas selangkanganku. Matanya terpejam dengan
wajah yang memerah menambah ayu wajah cantiknya. Tanganku memilin-milin
puting buah dadanya. Sementara Elis mulai menjilati puting dadaku.
“Ahhhhh……” erang Rena panjang saat dia mengalami orgasmenya. Tubuhnya
mengejang beberapa saat, kemudian lunglai di atas tubuhku. Kuciumi
pundaknya yang putih halus beberapa saat, sebelum kugulingkan tubuhnya
kesebelahku.
“Giliranmu Lis..” kataku. Elis langsung menghentikan hisapannya pada
puting dadaku, dan dengan bergairah dia menggantikan posisi Rena.
Disibakkannya celana dalamnya, dan diarahkannya kelaminku ke liang
surganya.
“Ihhh..gede banget…iihhhh” desahnya saat penisku menerobos vaginanya.
Ranjang kembali berderit keras saat dengan bernafsu Elis
menggoyang-goyangkan tubuhnya menikmatiku. Buah dadanya yang kenyal
berguncang-guncang menggemaskan saat ia menyetubuhiku. Terkadang karena
gemas, kutarik tubuhnya agar aku bisa menghisapi puting payudaranya.
Bosan dengan posisi ini, kuminta Elis menungging sambil memegang
tepian bagian kepala ranjang. Kusodokkan penisku kembali ke dalam
bagian tubuhnya yang paling vital, dan erangan Elis kembali terdengar
ditimpali dengan suara derit ranjang.
“Ihh..ihh..” desahnya saat kusetubuhi dia dari belakang. Pantatnya
yang montok terlihat sangat merangsang. Sementara kulihat Rena tak
berkedip melihat temannya sedang disetubuhi secara “doggy-style”.
“Sini Ren” panggilku. Saat dia menghampiriku, langsung kembali kuciumi
wajahnya yang sangat cantik itu. Sementara itu tanganku memegang
pinggang Elis, temannya, sambil sesekali menepuk-nepuk pantatnya yang
padat.
“Ihh..ihh.. Elis sampai mas…ihhhh..” erang Elis saat mencapai
orgasmenya. Kulepaskan penisku dari dalam vaginanya. Sementara itu, aku
masih sibuk melayani ciuman Rena. Penisku yang masih tegang sehabis
menikmati vagina temannya, langsung diraih dan dikocok-kocoknya
perlahan.
Sesaat kemudian kubalikkan tubuh Elis, dan kunaiki tubuhnya.
Kujepitkan kemaluanku di antara gunung kembarnya yang besar.
Kugoyangkan tubuhku menikmati kekenyalan buah dada Elis. Sementara
Rena menyodorkan payudaranya ke mulutku untuk kunikmati.
Rasa nikmat yang luar biasa menjalari syaraf kemaluanku. Aku merasa
sudah tak tahan lagi membendung orgasmeku. Kulepaskan pagutanku dari
buah dada Rena, dan semakin cepat kugoyangkan tubuhku menikmati jepitan
buah dada Elis. Tak lama kemudian, aku menjerit nikmat saat
berejakulasi di buah dada ranumnya.
=====
Setelah membersihkan diri, kami bertiga tiduran sambil istirahat di
atas ranjang. Elis di sebelah kiriku dan Rena di sebelah kanan. Aku
masih telanjang, sementara mereka hanya mengenakan celana dalam saja.
Elis telah melepas BHnya yang basah karena ejakulasiku.

“Mas mainnya hebat banget …” kata Rena sambil tersenyum manis.
“Iya..kita berdua aja dibuat kewalahan…”sahut Elis sambil mengusap-usap dadaku.

“Habis kalian cantik-cantik sih. Jadi nafsu nih” jawabku asal.
“Pasti ceweknya si mas puas banget ya Lis..” kata Rena pada temannya.

“Yang gemesin ini lho..gede banget ukurannya. Coba cowokku segede ini..” kata Elis sambil mulai mengusap-usap kemaluanku.
“Iya.Rahasianya apa sih mas ? Biar nanti Rena kasih tahu cowok Rena,
supaya bisa bikin Rena puas..” Tangannya yang halus juga mulai merabai
kemaluanku yang mulai menegang kembali.

“Mas, buat kenang-kenangan Rena video ya..” ujar Rena tiba-tiba, sambil bangkit mengambil HPnya.
“Jangan ah. Udah nggak usah” tolakku.
“Ah..nggak apa mas. Habis mr.happy-nya gemesin banget deh..Rena nggak ambil mukanya kok..” sahutnya.
“Awas, bener ya. Jangan kelihatan mukanya lho” kataku.
“Mas berdiri di sini aja biar lebih jelas. Terus elo isepin Lis.. Ntar gantian” katanya bak sutradara kawakan.
Kuturuti kemauannya. Aku bangkit dan berdiri di samping ranjang. Elis
kemudian berjongkok di depanku, dan mulai menjilati kemaluanku.
“Rambut lo Lis..jangan nutupin” kata Rena sambil mulai merekam adegan itu.
Kubantu Elis menyibakkan rambutnya, dan dia mulai mengulum kemaluanku.
Kunikmati jepitan bibir tipis Elis di batang kemaluanku. Tangannya
yang halus mengelus-elus buah zakarku.
Rena merekam adegan kami dengan antusias. Aku mengerang nikmat, sambil
tanganku membantu menyibakkan rambut Elis yang sedang sibuk menikmati
kemaluanku. Cukup lama gadis ABG seksi ini menyalurkan nafsunya.
Sementara tampak Rena sangat terangsang melihat temannya menikmati penisku.

“Lis..gantian gue dong..” katanya beberapa saat kemudian.
Hpnya diserahkan ke Elis, dan gantian Rena sekarang yang berjongkok di
depanku. Disibakkannya rambutnya kesamping agar temannya dapat merekam
adegan dengan jelas. Dijilatinya perlahan seluruh batang kemaluanku.
Lubang kencingku digelitik dengan lidahnya, kemudian mulutnya mulai
mengulum perlahan batang kemaluanku.

“Jangan pakai tangan Ren..” kata Elis yang sedang merekam adegan kami.
Rena kemudian melepas tangannya yang memegang batang kemaluanku, dan ia
memaju mundurkan kepalanya menikmati jejalan penisku di mulutnya.
Sesaat kemudian dia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya dan, tetap
dengan tanpa memegang penisku, menjilatinya sambil bergumam gemas.
Kemudian dihisapnya kembali kemaluanku dengan bernafsu.
Mendapat perlakuan seperti ini bergantian dari kedua gadis belia, aku merasa tak lama lagi akan mencapai kepuasan.

“Arrghh.. hampir sampai nih..” erangku.
“Mas yang ambil ya..” kata Elis sambil menyerahkan hp padaku. Dia
kemudian berjongkok bersama dengan Rena. Diambilnya penisku dari mulut
temannya dan dikocok-kocoknya.
Aku tak tahan lagi. Sambil merekam adegan, aku berejakulasi membasahi wajah manis kedua gadis ABG ini.
——————-
Setelah beristirahat sejenak, aku memesan minuman. Sambil menunggu
pesanan datang, aku meminta hp Rena. Aku ingin memastikan wajahku tidak
terlihat di rekaman video yang tadi diambil.
Kami mengobrol beberapa lama di kamar hotel itu, sebelum beranjak
pulang menjelang malam. Kuantar mereka kembali ke mal tempat aku
bertemu dengan mereka. Kuberi mereka uang taksi secukupnya.

“Makasih ya Mas. Sering-sering telpon kita ya..” ujar Rena saat turun dari mobil.
“Ok, daaggh..” kataku pada mereka berdua.
Aku segera menjalankan mobilku kembali menuju tempat kost. Sehabis
makan malam, aku melanjutkan mengerjakan proyek dari klienku. Pikiranku
telah menjadi fresh kembali setelah diservis oleh Rena dan Elis, ABG
Mal yang cantik
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Bertemu ABG di mall
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» arti mimpi
» Bila Wanita Meminang Pria

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Untuk 17 Tahun Ke Atas :: Underground :: Cerita Panas-
Navigasi: