Forum ini adalah tempat berkumpulnya para Pecinta Bokep dan sejenisnya, jika kalian mempunyai foto, video, gambar atau sejenisnya yg lain-lain Share aja disini
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Siswi SMA yang binal

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
valk880
Bayi
Bayi


Jumlah posting : 16
Reputation : 0
Join date : 03.10.11

PostSubyek: Siswi SMA yang binal   Fri Jun 08, 2012 8:52 pm

Namaku adalah Andi (bukan nama yang sebenarnya), dan aku kuliah di salah
satu universitas swasta di Bandung. Aku berasal dari luar daerah dan
aku tinggal di kost. Aku pun termasuk orang yang berada, serta sangat
menjalankan keagamaan yang kuat. Apalagi untuk mencoba narkoba atau
segala macam, tidak deh.

Kejadian ini bermula pada waktu
kira-kira 4 bulan yang lalu. Tepatnya hari itu hari Selasa kira-kira jam
14:12, aku sendiri bingung hari itu beda sekali, karena hari itu
terlihat mendung tapi tidak hujan-hujan. Teman satu kostan-ku mengatakan
kepadaku bahwa nanti temanya anak SMU akan datang ke kost ini,
kebetulan temanku itu anak sekolahan juga dan hanya dia yang anak SMU di
kost tersebut.

Setelah lama menunggu akhirnya orang yang
ditunggu datang juga, kemudian temanku langsung mengajaknya ke tempat
kamarku yang berada di lantai atas. Akhirnya aku dikenali sama perempuan
tersebut, sebut saja namanya Ria. Lama-lama kami ngobrol akhirnya baru
aku sadari bahwahari menjelang sore. Kami bertiga bersama dengan temanku
nonton TV yang ada di kamarku. Lama-lama kemudian temanku pamitan mau
pergi ke tempat temannya, katanya sih ada tugas.

Akhirnya singkat
cerita kami berdua di tinggal berdua dengan Ria. Aku memang tergolong
cowok yang keren, Tinggi 175 cm, dengan berat badan 62 kg, rambut
gelombang tampang yang benar-benar cute, kata teman-teman sih. Ria hanya
menatapku tanpa berkedip, akhirnya dia memberanikan diri untuk
menggelitikku dan aku tidak tahu darimana dia mengetahui kelemahanku
yang sangatvital itu kontan saja aku langsung kaget dan balik membalas
serangan Ria yang terus menerus menggelitikiku. Lama kami bercanda-canda
dan sambil tertawa, dan kemudian diam sejenak seperti ada yang lewat
kami saling berpandang, kemudian tanpa kusadari Ria mencium bibirku dan
aku hanya diam kaget bercampur bingung.

Akhirnya dilepaskannya
lagi ciumannya yang ada di bibirku, aku pun heran kenapa sih nih anak?
pikirku dalam hati. Ria pun kembali tidur-tiduran di kasur dan sambil
menatapku dengan mata yang uih... entah aku tidak tahu mata itu
seolah-olah ingin menerkamku. Akhirnya dia melumat kembali bibirku dan
kali ini kubalas lumatan bibirnya dengan hisapan-hisapan kecil di bibir
bawah dan atasnya. Lama kami berciuman dan terus tanpa kusadari pintu
kamar belum tertutup, Ria pun memintaku agar menutup pintu kamarku,
entah angin apa aku hanya nurut saja tanpa banyak protes untuk membantah
kata-katanya.

Setelah aku menutup pintu kamar kost-ku Ria
langsung memelukku dari belakang dan mencumbuku habis-habisan. Kemudian
kurebahkan Ria di kasur dan kami saling berciuman mesra, aku
memberanikan diri untuk menyentuh buah dadanya Ria yang kira-kira
berukuran berapa ya...? 34 kali, aku tidak tahu jelas tapi sepertinya
begitu deh, karena baru kali ini aku menuruni BH cewek. Dia mengenakan
tengtop dan memakai sweater kecil berwarna hitam. Aku menurunkan
tengtop-nya tanpa membuka kutangnya. Kulihat buah dada tersebut... uih
sepertinya empuk benar, biasanya aku paling-paling lihat di BF dan
sekarang itu benar-benar terjadi di depan mataku saat ini.

Tanpa
pikir panjang, kusedot saja buah dada Ria yang kanan dan yang kirinya
aku pelintir-pelintir seperti mencari gelombang radio. Ria hanya
mendesah, "Aaahhh... aaahhh... uuhhh..."Aku tidak menghiraukan gelagat
Ria yang sepertinya benar-benar sedang bernafsu tinggi. Kemudian aku pun
kepingin membuka tali BH tengtop-nya. Kusuruh Ria untuk jongkok dan
kemudian baru aku melihat ke belakang Ria, untuk mencari resliting
kutangnya. Akhirnya ketemu juga dan gundukan payudara tersebut lebih
mencuat lagi karena Ria yang baru duduk di bangku SMU kelas 2 dengan
paras yang aduhai sehingga pergumulan ini bisa terjadi. Dengan rakusnya
kembali kulumat dada Ria yang tampak kembali mengeras, perlahan-lahan
ciumanku pun turun ke bawah ke perut Ria dan aku melihat celana hitam
Ria yang belum terbuka dan dia hanya telanjang dada.

Aku
memberanikan diri untuk menurunkan celana panjang Ria, dan Ria pun
membantu dengan mengangkat kedua pinggulnya. Ria pun tertawa dan
berkata, "Hayo tidak bisa dibuka, soalnya Ria mempunyai celana pendek
yang berwarna hitam satu lagi..." ejek Ria sambil tersenyum girang.Aku
pun dengan cueknya menurunkanya kembali celana tersebut, dan kali ini
barulah kelihatan celana dalam yang berwarna cream dan
dipinggir-pinggirnya seperti ada motif bunga-bunga, aku pun menurunkanya
kembali celana dalam milik Ria dan tampaklah kali ini Ria dalam keadaan
bugil tanpa mengenakan apapun. Barulah aku melihat pemandangan yang
benar-benar terjadi karena selama ini aku hanya berani berilusi dan
nonton tidak pernah berbuat yang sebenarnya.

Aku pandangi dengan
seksama kemaluan Ria dengan seksama yang sudah ditumbuhi bebuluan yang
kira-kira panjangnya hanya 2 cm tapi sedikit, ingin rasanya mencium dan
mengetahui aroma kemaluan Ria. Aku pun mencoba mencium perut Ria dan
pusarnya perlahan tapi pasti, ketika hampir mengenai sasaran kemaluannya
Ria pun menghindari dan mengatakan, "Jangan dicium memeknya akh..
geliii..." Ria mengatakan sambil menutup rapat kedua selangkangannya.

Yah,
mau bagaimana lagi, langsung saja kutindih Ria, kucium-cium sambil
tangan kiriku memegang kemaluan Ria dan berusaha memasukkanya ke dalam
selangkangan Ria. Eh, Ria berontak iiihhh... ge.. li.." ujar Ria.
Tahu-tahu Ria endorong badanku dan terbaliklah keadaan sekarang, aku
yang tadinya berada di atas kini berubah dan berganti aku yang berada di
bawah, kuat sekali dorongan perempuan yang berbobot kira-kira 45 kg
dengan tinggi 160 cm ini, pikirku dalam hati. "Eh... buka dong bajunya!
masak sih Ria doang yang bugil Andinya tidak...?" ujar Ria sambil
mencopotkanbaju kaos yang kukenakan dan aku lagi-lagi hanya diam dan
menuruti apa yang Ria inginkan.

Setelah membuka baju kaosku,
tangan kanan Ria masuk ke dalam celana pendekku dan bibirnya sambil
melumat bibirku. Gila pikirku dalam hati, nih cewek kayaknya sdah
berpengalaman dan dia lebih berpengalaman dariku. Perlahan-lahan Ria
mulai menurunkan celana pendekku dan muncullah kemaluanku yang besarnya
minta ampun (kira-kira 22 cm). Dan Ria berdecak kagum dengan
kejantananku, tanpa basa-basi Ria memegangnya dan membimbingnya untuk
masuk ke dalam liang senggama miliknya Ria, langsung saja kutepis dan
tidak jadi barang tersebut masuk ke lubang kemaluan Ria. "Eh, jangan
dong kalau buat yang satu ini, soalnya gue belum pernah ngelakuinnya..."
ujarku polos. "Ngapain kita udah bugil gini kalau kita tidak
ngapa-ngapain, mendingan tadi kita tidak usah buka pakaian segala," ujar
Ria dengan nada tinggi.

Akhirnya aku diam dan aku hanya
menempelkan kemaluanku di permukaan kemaluan Ria tanpa memasukkanya.
"Begini aja ya...?" ujarku dengan nada polos. Ria hanya mengangguk dan
begitu terasanya kemaluanku bergesek di bibir kemaluan Ria tanpa
dimasukkan ke dalam lubang vaginanya milik Ria, aku hanya memegang kedua
buah pantat Ria yang montok dan secara sembunyi-sembunyiaku menyentuh
bibir kemaluan Ria, lama kami hanya bergesekan dan tanpa kusadari
akhirnya kemaluanku masuk di dalam kemaluan Ria dan Ria terus-terusan
menggoyang pantatnya naik-turun. Aku kaget dan bercampur dengan
ketakutan yang luar bisa, karena keperawanan dalam hal ML yang aku jaga
selama ini akhirnya hilang gara-gara anak SMU. Padahal
sebelum-sebelumnya sudah ada yang mau menawari juga dan dia masih
perawan lebih cantik lagi aku tolak dan sekarang hanya dengan anak SMU
perjakaku hilang.

Lama aku berpikir dan sedangkan Ria hanya
naik-turun menggoyangkan pentatnya semenjak aku melamun tadi, mungkin
dia tersenyum puas melihat apa yang baru dia lakukan terhadapku. Yach,
kepalang tanggung sudah masuk, lagi nasi sudah jadi bubur akhirnya
kugenjot juga pantatku naik-turun secara berlawanan dengan yang
dilakukan Ria, dan bunyilah suara yang memecahkan keheningan, "Cplok..
cplok... cplok..." Ria mendesah kenikmatan karena kocokanku yang kuat
dilubang vaginanya. Lama kami berada di posisi tersebut, yaitu aku di
bawah dan dia di atas.akhirnya aku mencoba mendesak Ria agar dia mau
mengganti posisi, tapi dorongan tangannya yang kuat membatalkan niatku,
tapi masa sih aku kalah sama cewek, pikirku. Kudorong ia dengan sekuat
tenagaku dan akhirnya kami berada di posisi duduk dan kemaluanku tetap
berdiri kokoh tanpa dilepas. Ria tanpa diperintah menggerakkan sendiri
pantatnya, dan memang enak yah gituan, pikirku dalam hati. Tapi sayang
tidak perawan.

Akhirnya kudorong lagi Ria agar dia tiduran
telentang dan aku ingin sekali melihat kemaluanku yang besar membelah
selangkangan kemaluan Ria, makanya aku sambil memegang batang kemaluanku
menempelkannya di lubang kemaluan Ria dan "Bless..." amblaslah
semuanya. Kutekan dengan semangat "45" tentunya karena nasi sudah
hancur. Kepalang tanggung biarlah kuterima dosa ini, pikirku. Dengan
ganasnya dan cepat kuhentakkan kemaluanku keras-keras di lubang kemaluan
Ria dan kembali bunyi itu menerawang di ruangan tersebut karena
ternyata lubang kemaluan Ria telah banjir dengan air pelumasnya disana,
aku tidak tahu pasti apakah itu spermanya Ria, apakah hanya pelumasnya
saja? dan Ria berkata, "Loe.. udah keluar ya...?" ujarnya. "Sembarangan
gue belom keluar dari tadi..?" ujarku dengan nada ketus. Karena kupikir
dia mengejekku karena mentang-mentang aku baru pertama kali beginian
seenaknya saja dia menyangka aku keluar duluan. Akhirnya lama aku
mencumbui Ria dan aku ingin segera mencapai puncaknya.

Dengan
cepat kukeluarkan kemaluanku dari lubang kemaluannya dan kukeluarkan
spermaku yang ada diperutnya Ria, karena aku takut kalau aku keluarkan
di dalam vaginanya aku pikir dia akan hamil, kan berabe. Aku baru sekali
gituan sama orang yang yang tidak perawan malah disuruh tanggung jawab
lagi. Gimana kuliahku! Ria tersenyum dengan puas atas kemenangannya
menggodaku untuk berbuat tidak senonoh terhadapnya. Huu, dasar nasib,
dan semenjak saat itu aku sudah mulai menghilangkan kebiasaaan burukku
yaitu onani, dan aku tidak mau lagi mengulang perbuatan tersebut karena
sebenarnya aku hanya mau menyerahkannya untuk istriku seorang. Aku baru
berusia 21 tahun saat ini
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Siswi SMA yang binal
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Memilih Pembalut yang Baik
» Teman Masa Kecil yang Terlupakan
» Memperbaiki Hubungan Yang Rusak
» 5 Komponen Mesin yang Sering Bermasalah
» Yang selalu dirahasiakan oleh Perokok

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Untuk 17 Tahun Ke Atas :: Underground :: Cerita Panas-
Navigasi: